Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lawan Entitas Kredit Ilegal, OJK Paparkan 'Keistimewaan' Rentenir

OJK memiliki program kredit/pembiayaan melawan rentenir yang bertujuan mengurangi ketergantungan usaha mikro kecil (UMK) terhadap entitas kredit informal atau ilegal.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 02 November 2020  |  21:11 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki program kredit atau pembiayaan melawan rentenir di daerah.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara mengatakan program tersebut saat ini diselenggarakan oleh 20 tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD).

Program tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan usaha mikro kecil (UMK) terhadap entitas kredit informal atau ilegal alias rentenir. Pasalnya, rentenir ini, kata Tirta memiliki 'keunggulan' menarik bagi UMK yang membutuhkan dana.

"Rentenir ini keistimewaannya cepat sekali [berikan pinjaman], tengah malam bisa diakses," ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Senin (2/11/2020).

Oleh karena itu, 20 TKPAD tersebut pun menyediakan akses kredit atau pembiayaan yang cepat, tetapi dengan suku bunga atau imbal hasil yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan rentenir. Saat ini, jumlah debitur, kata Tirta, ada sekitar 49.000 nasabah.

"Program ini baru dimulai, akhir juli. Nilainya Rp589 miliar pembiayaan hingga pertengahan Oktober," katanya.

Sebelumnya, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Kristrianti Puji Rahayu menyampaikan kredit atau pembiayaan melawan rentenir diberikan oleh lembaga jasa keuangan formal kepada pelaku usaha mikro dan kecil dengan proses cepat, mudah, dan berbiaya rendah.

Dalam model tersebut, proses pencairan kredit mulai dari 3 hari kerja hingga maksimal 12 hari kerja, dengan suku bunga sama atau di bawah KUR, plafon maksimal Rp50 juta, dan jangka waktu maksimal 36 bulan.

Dengan model ini, harapannya dapat mengurangi ketergantungan UMK terhadap entitas kredit informal atau ilegal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit umkm OJK kredit mikro rentenir
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top