Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CIMB Niaga Bukukan Laba Rp1,86 Triliun Kuartal III/2020

Berdasarkan paparan publik CIMB Niaga per 30 September 2020, laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,86 triliun. Perolehan itu turun 30,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah Rp2,68 triliun.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 18 November 2020  |  19:34 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri Bank CIMB Niaga di Jakarta, Senin (7/8). - JIBI/Dwi Prasetya
Nasabah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri Bank CIMB Niaga di Jakarta, Senin (7/8). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk. membukukan penurunan laba hingga 30% secara year on year (yoy) sampai dengan kuartal III/2020.

Berdasarkan paparan publik CIMB Niaga per 30 September 2020, laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,86 triliun. Perolehan itu turun 30,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah Rp2,68 triliun.

Direktur Finance & SPAPM CIMB Niaga Lee Kai Kwong mengatakan laba sebelum pajak dan setelah pajak turun masing-masing 28,2% yoy dan 30,4% yoy. Penurunan ini disebabkan karena kenaikan beban provisi.

Beban provisi naik 48,1%, dari Rp2,47 triliun menjadi Rp3,65 triliun. Hal ini dipengaruhi kenaikan rasio kredit bermasalah dari 2,62% menjadi 3,89%.

Faktor lainnya yakni pendapatan operasional yang turun 3,2% menjadi Rp12,28 triliun. Hal ini dipengaruhi penurunan pendapatan bunga 2,3% menjadi Rp9,26 triliun, serta pendapatan selain bunga turun 5,9% menjadi Rp3,02 triliun.

Pendapatan bunga yang menurun sejalan dengan berkurangnya kebutuhan kredit. Perseroan mencatat kredit per September 2020 sebesar Rp180,85 triliun atau turun 5,6% yoy.

Di tengah kondisi perekonomian yang masih menantang, CIMB Niaga dapat mempertahankan posisi sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset, dengan total aset mencapai Rp281,7 triliun per 30 September 2020.

Adapun, laba bersih konsolidasi (unaudited) pada periode ini mencapai Rp1,9 triliun dan menghasilkan earnings per share sebesar Rp74,79.

“Kami berkomitmen terus mendukung karyawan, nasabah, dan masyarakat untuk menghadapi kondisi ini secara bersama-sama. Prioritas kami saat ini adalah meminimalisir dampak yang kurang baik bagi nasabah, dan senantiasa membantu pemulihan bisnis secara keseluruhan melalui program bantuan dan dukungan likuiditas tambahan," terangnya dalam paparan publik.

Lee Kai Kwong menjelaskan likuiditas, kualitas aset, dan manajemen biaya tetap menjadi fokus utama CIMB Niaga. Penyaluran kredit dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian secara ketat untuk memastikan tingkat modal dan biaya pencadangan yang baik dalam mengantisipasi tantangan perekonomian ke depan.

Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, perseroan telah menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp211,9 triliun dengan rasio CASA sebesar 60,31%. Adapun giro dan tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 35,6% yoy dan 16,6% yoy.

Hal ini sejalan dengan komitmen bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience. Adapun jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp180,9 triliun, utamanya dikontribusikan oleh bisnis consumer banking yang tumbuh 4,1% yoy. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) CIMB Niaga tumbuh 7,9% yoy, sementara Kredit Pemilikan Mobil (KPM) meningkat sebesar 7,0% yoy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit cimb niaga Kinerja Emiten
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top