Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CIMB Niaga Auto Finance Sebut Digitalisasi Efektif Tekan NPF

CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan dengan persiapan fase Fully Digital Business pada 2021-2022, angka-angka rasio indikator kinerja CNAF terus membaik dari fase sebelumnya.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 26 Desember 2020  |  14:29 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor CIMB Niaga Auto Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar
Karyawan beraktivitas di kantor CIMB Niaga Auto Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) percaya digitalisasi merupakan langkah efektif untuk menekan risiko kredit macet perusahaan pembiayaan atau multifinance.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menekankan bahwa hal ini terutama untuk menghadapi 2021 di mana nuansa pandemi masih akan terasa.

Leasing harus turut menopang beberapa indikator pemulihan ekonomi dari pemerintah dengan digitalisasi, sentralisasi, dan otomatisasi agar kualitas layanan terhadap nasabahnya senantiasa terjaga.

"Di samping itu, ketersediaan data Sistem Layanan Informasi Keuangan [SLIK] dapat menambah keyakinan perusahaan mendapatkan profile nasabah yang mempunyai tingkat resiko yang sangat terukur. Dengan itu semua kita berharap kesehatan portfolio di tahun 2021 tetap bisa kita jaga di angka yang tetap aman," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (26/12/2020).

Multifinance anak usaha PT Bank CIMB Niaga Tbk. ini pun menargetkan nonperforming financing (NPF) pada 2021 sampai 2022, hanya 0,74 persen, dan menekan biaya operasional demi turunnya Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) mencapai 59,76 persen.

Rasio imbal hasil investasi (ROA) atau kemampuan aset produktif dalam menghasilkan laba ditargetkan 8,25 persen, sementara rasio imbal hasil ekuitas (ROE) atau kemampuan menghasilkan laba dari modal yang ditanamkan ditargetkan 16,13 persen.

"Rata-rata forecast sampai akhir 2020, NPF kita 0,91 persen, BOPO 64,84 persen, ROA 7,94 persen, dan ROE 14,72 persen. Bagi kami, digitalisasi itu barometer utama untuk keluar dari pandemi dan bisa terus membaik di periode berikutnya," tambahnya.

CNAF menargetkan dengan persiapan fase Fully Digital Business pada 2021-2022, angka-angka rasio indikator kinerja CNAF terus membaik dari fase sebelumnya.

Selain itu, Ristiawan mengungkap bahwa terkini, langkah utama perusahaan dalam menghadapi 2021 juga tetap menjalani komunikasi yang baik dengan nasabah yang mengikuti program restrukturisasi pinjaman.

"Ini untuk memastikan nasabah akan kembali melakukan pembayaran rutin seperti yang disepakati bersama setelah masa restrukturisasi berakhir," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cimb niaga leasing
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top