Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

CIMB Niaga Auto Finance Sebut Digitalisasi Efektif Tekan NPF

CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan dengan persiapan fase Fully Digital Business pada 2021-2022, angka-angka rasio indikator kinerja CNAF terus membaik dari fase sebelumnya.
Karyawan beraktivitas di kantor CIMB Niaga Auto Finance di Jakarta. Bisnis/Endang Muchtar
Karyawan beraktivitas di kantor CIMB Niaga Auto Finance di Jakarta. Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) percaya digitalisasi merupakan langkah efektif untuk menekan risiko kredit macet perusahaan pembiayaan atau multifinance.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menekankan bahwa hal ini terutama untuk menghadapi 2021 di mana nuansa pandemi masih akan terasa.

Leasing harus turut menopang beberapa indikator pemulihan ekonomi dari pemerintah dengan digitalisasi, sentralisasi, dan otomatisasi agar kualitas layanan terhadap nasabahnya senantiasa terjaga.

"Di samping itu, ketersediaan data Sistem Layanan Informasi Keuangan [SLIK] dapat menambah keyakinan perusahaan mendapatkan profile nasabah yang mempunyai tingkat resiko yang sangat terukur. Dengan itu semua kita berharap kesehatan portfolio di tahun 2021 tetap bisa kita jaga di angka yang tetap aman," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (26/12/2020).

Multifinance anak usaha PT Bank CIMB Niaga Tbk. ini pun menargetkan nonperforming financing (NPF) pada 2021 sampai 2022, hanya 0,74 persen, dan menekan biaya operasional demi turunnya Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) mencapai 59,76 persen.

Rasio imbal hasil investasi (ROA) atau kemampuan aset produktif dalam menghasilkan laba ditargetkan 8,25 persen, sementara rasio imbal hasil ekuitas (ROE) atau kemampuan menghasilkan laba dari modal yang ditanamkan ditargetkan 16,13 persen.

"Rata-rata forecast sampai akhir 2020, NPF kita 0,91 persen, BOPO 64,84 persen, ROA 7,94 persen, dan ROE 14,72 persen. Bagi kami, digitalisasi itu barometer utama untuk keluar dari pandemi dan bisa terus membaik di periode berikutnya," tambahnya.

CNAF menargetkan dengan persiapan fase Fully Digital Business pada 2021-2022, angka-angka rasio indikator kinerja CNAF terus membaik dari fase sebelumnya.

Selain itu, Ristiawan mengungkap bahwa terkini, langkah utama perusahaan dalam menghadapi 2021 juga tetap menjalani komunikasi yang baik dengan nasabah yang mengikuti program restrukturisasi pinjaman.

"Ini untuk memastikan nasabah akan kembali melakukan pembayaran rutin seperti yang disepakati bersama setelah masa restrukturisasi berakhir," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper