Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fintech Jadi 'Obat' Penyakit Klasik UMKM, Ini Peluangnya

Hambatan UMKM masih didominasi pemasaran produk, permodalan, dan ekspansi menembus pangsa pasar baru. Ekosistem fintech sejak lama menawarkan solusi berbagai permasalahan ini!
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 31 Januari 2021  |  13:25 WIB
Ilustrasi - Karyawati melakukan aktivitas di salah satu perusahaan financial technology (Fintech), di Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar
Ilustrasi - Karyawati melakukan aktivitas di salah satu perusahaan financial technology (Fintech), di Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Teknologi finansial yang dikenal dengan istilah tekfin atau fintech mulai mengarah untuk tidak melulu identik dengan sisi konsumtif, seperti belanja atau pinjaman tunai.

Para pemilik platform fintech kini berlomba meraup basis pengguna berlatar belakang pelaku usaha. Pandemi jadi salah satu pemicunya.

Ekosistem fintech dituntut mampu menjadi 'obat penawar' dari masalah klasik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), seperti akses permodalan dan pendataan.

Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian tengah mengembangkan Strategi Nasional (Stranas) Ekonomi Digital, menggandeng Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) selaku asosiasi yang telah menaungi 369 perusahaan fintech.

Harapannya, platform fintech yang jenisnya kini telah terbagi mencapai lebih dari 20 model bisnis ini mampu ikut menjadi tonggak pemulihan ekonomi nasional.

Berikut perkembangan beberapa jenis industri fintech besar yang akrab di telinga masyarakat, mulai dari peer-to-peer (P2P) lending, dompet digital, dan payment gateway, dalam bertransformasi menggarap pangsa pengguna UMKM:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm fintech
Editor : Saeno

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top