Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jurus DP Tinggi di Era Pandemi Bikin Aset CNAF Naik 13 Persen

Sejak awal pandemi hingga kuartal I/2021, total aset finansial CNAF mencapai Rp5,63 triliun atau naik 13 persen (year-on-year/yoy).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 26 April 2021  |  23:36 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor PT CIMB Niaga Auto Finance di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (3/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di kantor PT CIMB Niaga Auto Finance di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (3/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan PT CIMB Niaga Auto Finance  atau CNAF meraup kinerja positif karena keberanian dalam menempuh strategi yang tepat selama masa pandemi Covid-19.

Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman mengungkap selama awal pandemi hingga kuartal I/2021, total aset finansial mampu mencapai Rp5,63 triliun atau naik 13 persen (year-on-year/yoy).

Capaian ini pun tercatat melanjutkan pertumbuhan aset CNAF pada tutup buku periode 2020 di angka Rp5,51 triliun, yang juga tercatat naik 12 persen (yoy).

Ristiawan menjelaskan beberapa penopangnya, yaitu program restrukturisasi yang menahan aset keluar dari portofolio, pertumbuhan booking baru selama pandemi, ditambah lagi total pembiayaan baru (booking) sepanjang kuartal I/2020 yang mampu menembus Rp1 triliun.

"Pandemi kemarin kita memutuskan untuk tidak berhenti booking. Sebagai gantinya, kita menerapkan prinsip berhati-hati dengan mematok uang muka [down payment/DP] tinggi, mulai 40-50 persen. Selain itu, kita juga dorong akun kelolaan untuk bisa masuk ke kategori joint financing," jelasnya dalam diskusi virtual bersama media, Senin (26/4/2021).

Strategi ini nyatanya membuat nilai pembiayaan baru CNAF sepanjang 2020 sebesar Rp3,75 triliun, masih tercatat meningkat 5 persen (yoy) dari Rp3,56 triliun.

Revenue pun masih tercatat meningkat 16 persen dari Rp735 miliar ke Rp855 miliar, dengan indikator beban operasional berbanding pendapatan operasional (BOPO) menyentuh 52,6 persen, jauh dari rata-rata industri pembiayaan yang mencapai 91,1 persen.

"Dampak strategi DP tinggi ini selain membuat aset kita tetap tumbuh, juga membuat kualitas nasabah yang masuk terbilang lebih sehat," jelas Ristiawan.

Sebagai gambaran, CNAF masih mempertahankan tingkat non-performing financing (NPF) di angka 0,99 persen, serta menjaga aset nasabah dengan pembayaran lancar senilai Rp5,13 triliun atau 91,24 persen dari total aset.

"Jadi persentase nasabah yang masuk current ratio, atau mereka yang tidak terlambat mencicil mulai satu hari sampai NPF, sekarang justru lebih baik ketimbang kuartal I/2020 yang hanya 82,23 persen senilai Rp4,1 triliun," ungkapnya.

Ke depan, Ristiawan memproyeksi sentimen pemulihan ekonomi nasional dan lonjakan permintaan kredit mobil baru akibat subsidi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), bakal membawa aset CNAF sepanjang 2021 tumbuh lebih tinggi, meningkat lebih dari 20 persen (yoy).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance pembiayaan kredit kendaraan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top