Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Dana Pensiun Moncer, Pengurus Didorong Optimalkan Aset Saham

Sepanjang kinerja saham dan obligasi membaik, kinerja atau return investasi dana pensiun tetap tumbuh positif.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 18 Mei 2021  |  21:44 WIB
Dana pensiun - Istimewa
Dana pensiun - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Industri dana pensiun mencatatkan tren kinerja positif di tengah pandemi Covid-19, ditandai dengan tumbuhnya aset dan laba. Industri dinilai perlu mengoptimalkan imbal hasil saham untuk terus memaksimalkan profitabilitas.

Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi menjelaskan bahwa portofolio dana pensiun Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) relatif konsisten. Hal tersebut menjadi karakteristik industri yang cenderung konservatif.

Menurutnya, portofolio dana pensiun pemberi kerja (DPPK) itu tidak banyak mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Meskipun begitu, industri kerap mampu mencatatkan kinerja yang positif, baik dari sisi aset maupun profitabilitas.

"Sepanjang kinerja saham dan obligasi membaik, kinerja atau return investasi dana pensiun tetap tumbuh positif. Walaupun yang teralokasi di saham hanya sekitar 12 persen – 15 persen secara rata-rata," ujar Bambang kepada Bisnis, Selasa (18/5/2021) malam.

Berdasarkan statistik dana pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), porsi penempatan investasi saham memang bukan yang dominan. Pada kuartal I/2021, penempatan saham senilai Rp30,14 triliun hanya mencakup 9,9 persen dari total investasi industri dana pensiun senilai Rp303,7 triliun.

Portofolio utama industri adalah deposito yang mencapai Rp84,9 triliun (27,9 persen), disusul oleh obligasi senilai Rp67,7 triliun (22,3 persen). Meskipun begitu, industri dana pensiun getol mencatatlan pertumbuhan kinerja.

Pada kuartal I/2021, hasil investasi industri senilai Rp5,13 triliun tumbuh 17,08 persen (year-on-year/yoy) dari sebelumnya Rp4,38 triliun. Hal tersebut mendorong industri membukukan laba pada kuartal I/2021 senilai Rp4,55 triliun, melesat hingga 20,7 persen (yoy) dari Rp3,7 triliun.

Bambang menilai bahwa pertumbuhan kinerja terjadi baik di program PPMP maupun PPIP. OJK pun mencatat bahwa pada kuartal I/2021, program PPMP mencatatkan laba Rp2,4 triliun atau tumbuh 7,9 persen (yoy) sedangkan PPIP mencatatkan laba Rp600,1 miliar atau tumbuh 16,6 persen (yoy).

Menurutnya, industri perlu terus konsisten dalan memetakan portofolio investasi sesuai arahan investasi dari internal maupun sesuai kaidah OJK. Selain itu, setiap pengurus dana pensiun harus memanfaatkan gain saham secara selektif.

"Apabila ingin optimal, kalau tidak bisa memanfaatkan gain saham ya pasti tumbuh positif tapi kurang optimal," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham dana pensiun
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top