Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Tengah Pandemi, Aset dan Laba Industri DPLK Tetap Tumbuh

Ketua Umum Perkumpulan DPLK Nur Hasan menjabarkan bahwa industri mencatatkan pertumbuhan kinerja meskipun berada di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pertumbuhan itu terjadi dalam berbagai aspek, utamanya dari sisi aset.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  19:36 WIB
Dana pensiun - Istimewa
Dana pensiun - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau DPLK mencatatkan kinerja positif pada kuartal I/2021, mulai dari sisi aset hingga profitabilitas. Capaian kinerja itu membawa optimisme pelaku industri bahwa perlindungan masa tua masyarakat akan terus meluas.

Ketua Umum Perkumpulan DPLK Nur Hasan menjabarkan bahwa industri mencatatkan pertumbuhan kinerja meskipun berada di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pertumbuhan itu terjadi dalam berbagai aspek, utamanya dari sisi aset.

"Industri DPLK secara year-on-year [yoy] pada Maret 2021 tumbuh 14 persen, atau tumbuh Rp13 triliun," ujar Nur Hasan pada Senin (17/5/2021).

Catatan Perkumpulan DPLK sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan statistik dana pensiun OJK per Maret 2021, sepanjang kuartal I/2021 industri membukukan aset Rp107,98 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 14,24 persen (yoy) dari periode sebelumnya senilai Rp94,5 triliun.

Industri DPLK mencatatan rasio investasi terhadap aset 98,23 persen atau senilai Rp106,7 triliun. Dengan catatan itu, pada kuartal I/2021, pendapatan investasi industri mencapai Rp1,72 trilun atau tumbuh hingga 44,9 persen (yoy) dari sebelumnya Rp1,18 triliun.

Di sisi lain, pada kuartal I/2021 beban operasional industri DPLK senilai Rp192,02 miliar naik 13,2 persen (yoy) dari sebelumnya Rp169,5 miliar. Meskipun begitu, catatan tersebut tidak menghambat industri dalam menggenjot profitabilitas.

Pada kuartal I/2021, industri DPLK membukukan laba Rp1,5 triliun atau tumbuh 50,5 persen (yoy) dari periode sebelumnya senilai Rp1 triliun. Capaian kinerja itu membuat industri DPLK optimistis bahwa bisnis akan tumbuh optimal seiring kondisi perekonomian yang terus membaik.

Hasan menjelaskan bahwa pertumbuhan industri DPLK tak lepas dari kerja sama dengan seluruh sektor jasa keuangan, baik dalam hal pengelolaan bisnis maupun sebagai peserta. Seperti diketahui, industri DPLK memberikan layanan pengelolaan dana pensiun bagi korporasi maupun nasabah perorangan.

"Semoga kerja sama itu dapat ditingkatkan lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK dana pensiun dplk
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top