Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Mandiri (BMRI) Proyeksi Rasio Kecukupan Modal 20 Persen Tahun Ini

Sementara itu, baki kredit restrukturisasi Bank Mandiri (BMRI) turun ke Rp94,5 triliun dari posisi awal tahun Rp124 triliun.
Karyawati menghitung uang pecahan uang Rp100.000 di salah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri Tbk di Jakarta, Rabu (12/6/2019). Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawati menghitung uang pecahan uang Rp100.000 di salah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri Tbk di Jakarta, Rabu (12/6/2019). Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. meyakini percetakan laba tahun ini mampu mendongkrak rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) ke atas 20 persen.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan mengatakan kinerja perseroan tahun ini masih cukup stabil. Kinerja percetakan laba juga masih baik didukung dengan pemupukan pencadangan yang sudah sangat kuat sejak tahun lalu.

"Coverage rasio sudah sangat tinggi dan kecukupan modal kami 18 persen. Dengan kemampuan Bank Mandiri yang masih dapat membukukan laba, kami memeproyeksikan CAR kami membaik ke kisaran 20 persen tahun ini," sebutnya dalam RDP Komisi VI, Senin (14/6/2021).

Darmawan melanjutkan program restrukturisasi tahun ini mulai menunjukkan perbaikan. Bahkan, baki kredit restrukturisasi sudah turun ke Rp94,5 triliun dari posisi awal tahun Rp124 triliun.

Tren ini, menurutnya akan terus perbaikan. Bahkan, dia manambahkan permintaan kredit di beberapa sektor sudah menunjukkan kinerja yang sangat kuat pada kuartal kedua tahun ini.

Sebelumnya, Bank Mandiri berpandangan prospek sektor pariwisata ke depan sangat tergantung pada keberhasilan mengatasi pandemi Covid-19.

Prospek sektor pariwisata sangat ditentukan keberhasilan program vaksinasi dan efektivitas vaksin untuk mencapai herd immunity sehingga menghentikan penyebaran virus Covid-19.

Selama pandemi belum bisa diatasi secara tuntas, recovery sektor pariwisata mungkin akan terbatas karena hanya mengharapkan kunjungan turis domestik yang jumlahnya juga terbatas dan untuk daerah tujuan wisata tertentu saja yang memang mengandalkan tulis domestik.

Pada Mei 2021, kami perkirakan wisatawan domestik akan tertekan akibat adanya kebijakan larangan mudik pada periode lebaran tahun ini.

"Untuk daerah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap turis asing, seperti Bali, kami perkirakan recovery sektor pariwisatanya akan mengikuti pola recovery mobilitas orang di tingkat internasional. Mengacu ke proyeksi IATA [International Air Transport Association], arus penumpang airline global akan pulih pada tahun 2024," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : M. Richard
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper