Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Ina (BINA) Siap Rights Issue 282 Juta Saham, Bidik Rp1,24 triliun

Bank Ina menetapkan harga pelaksanaan berkisar antara Rp4.200 – Rp4.380 per saham.
Bank Ina Perdana/bankina.co.id
Bank Ina Perdana/bankina.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) akan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada November 2021. 

Dalam prospektusnya, Kamis (16/9/2021), Bank Ina akan melakukan penambahan modal perseroan dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan penerbitan sebanyak-banyaknya 282.718.750 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Jumlah saham baru dalam penawaran umum terbatas (PUT) III ini sebanyak-banyaknya 4,76 persen dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Adapun, setiap pemegang 20 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 8 November 2021 pukul 16.00 WIB berhak atas satu HMETD.

“Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar antara Rp4.200 – Rp4.380 per saham yang harus dibayar penuh,” tulis keterangan resmi Bank Ina.

Dengan harga pelaksanaan tersebut, emiten bank milik Grup Salim ini akan mendapatkan dana segar sebanyak-banyaknya Rp1,23 triliun. Periode perdagangan akan dimulai pada 10 November sampai dengan 16 November 2021.

PT Indolife Pensiontama sebagai pemegang saham pengendali menyatakan bakal melaksanakan HMETD yang menjadi haknya. Sementara itu, jika saham tidak seluruhnya diambil, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya.

“Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka saham tersebut tidak akan dikeluarkan dari portepel.”

Direktur Utama Daniel Budirahayu sebelumnya menyatakan bahwa dana hasil rights issue akan digunakan untuk meningkatkan dan mempercepat proyek digital pada tahun ini. Sebab, tren bisnis saat ini mengarah ke digital dan hampir semua bank menuju bank digital.

Dia berharap perseroan dapat merampungkan rencana bisnis berupa pelayanan bank berbasis digital sebelum akhir tahun ini. “Sebelum akhir tahun ini kami dapat merampungkan rencana bisnis kami pelayanan bank yang berbasiskan digital,” pungkasnya.

Dalam rangka pelaksanaan PUT III, perseroan telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang sahamnya dalam RUPSLB pada 16 Juni 2021.

Hasil keputusan rapat itu antara lain menyetujui penambahan modal melalui dengan memberikan HMETD sebanyak-banyaknya dua miliar saham biasa dengan nilai Rp100.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper