Dicecar BEI soal Volatilitas Saham, Begini Jawaban Bank Maybank (BNII)

Direksi Bank Maybank mengatakan, pada 11 November 2021 telah terjadi fluktuasi atau peningkatan harga dan aktivitas transaksi pada efek BNII.
Nasabah beraktivitas di salah satu gerai anjungan tunai mandiri (ATM) Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019)./Bisnis-Himawan L Nugraha
Nasabah beraktivitas di salah satu gerai anjungan tunai mandiri (ATM) Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019)./Bisnis-Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) memberikan penjelasan terkait dengan volatilitas transaksi efek (saham) perusahaan kepada pihak Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direksi Bank Maybank mengatakan, pada 11 November 2021 telah terjadi fluktuasi atau peningkatan harga dan aktivitas transaksi pada efek BNII yang mengakibatkan rata-rata aktivitas transaksi meningkat menjadi sebanyak 231.319.600 saham dengan frekuensi 20.536 kali.

Aktivitas transaksi efek BNII meningkat dibandingkan dengan hari Bursa sebelumnya sebanyak 7.876.500 saham dengan frekuensi 906 kali.

Selain itu, fluktuasi harga dan aktivitas transaksi mengakibatkan harga ditutup meningkat sebesar Rp32 atau 8,94 persen dari harga penutupan hari Bursa sebelumnya pada Rp358 menjadi Rp390.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, Direksi menyampaikan bahwa perseroan saat ini tidak memiliki atau mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

BNII saat ini juga tidak memiliki atau mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

Perseroan saat ini tidak memiliki informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan serta kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan di publik.

“Perseroan saat ini tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu,” tulis direksi, Selasa (16/11/2021).

Direksi menutup bahwa sampai dengan surat ini diterbitkan, perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu.

“Termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatn saham perseroan di Bursa, paling tidak dalam 3 bulan mendatang,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper