Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fintech Menjamur, Ini Harapan untuk DK OJK Periode Baru

Pertama, OJK hadir untuk mendorong pembiayaan yang bersifat produktif, khususnya bagi pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). 
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 08 Maret 2022  |  10:29 WIB
Fintech Menjamur, Ini Harapan untuk DK OJK Periode Baru
Ilustrasi pinjaman online. - Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menaruh harapan bagi terpilihnya Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2022–2027, terutama pada permasalahan penyedia jasa pinjaman online atau financial technology (fintech). 

Bhima mengatakan ada tiga harapan yang harus dilakukan DK OJK ke depan. Pertama, OJK hadir untuk mendorong pembiayaan yang bersifat produktif, khususnya bagi pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). 

Kedua, memperbesar porsi pendanaan fintech untuk sektor-sektor usaha yang ada di pedesaan atau yang berada di luar Pulau Jawa. 

Ketiga, adanya hubungan kerja sama atau kolaborasi antara lembaga keuangan konvensional (tradisional), dari level BPR maupun BPD dengan fintech atau peer-to-peer lending(P2P lending) yang semakin baik dan banyak, khususnya untuk channeling pembiayaan kredit. 

“Untuk pengawasan poin pentingnya adalah pelarangan fintech ilegal tidak cukup dengan blokir aplikasi, tetapi juga harus ada edukasi yang terus-menerus kepada masyarakat,” kata Bhima kepada Bisnis, Selasa (8/3/2022). 

Tak kalah penting, lanjut Bhima, selain mengedukasi masyarakat, DK OJK juga harus lebih cepat tanggap apabila di kemudian hari beredar fintech ilegal. 

“Itu langsung dilakukan penyelidikan, tentunya bekerja sama dengan kepolisian, sehingga sebelum jatuhnya korban sudah dilakukan penanganan,” ujarnya. 

Namun, Bhima menekankan apabila fintech tersebut ingin mendaftar secara legal atau berizin, maka sudah seharusnya OJK memfasilitasi. 

“Tapi kalau memang niatnya adalah ilegal, apalagi menghimpun dana investor dan juga penyalurannya dengan cara-cara yang tidak etis, harapannya harus dilakukan langkah-langkah pencegahan, pengawasan, dan penindakan yang jauh lebih serius,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance OJK fintech
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top