Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Modalku Borong Saham Milik Karyawan, Ini Alasannya

Grup Modalku alias Funding Societies mengumumkan dimulainya masa pembelian kembali Employee Stock Option Plan atau Program Kepemilikan Saham Karyawan (ESOP) untuk ditawarkan kepada para investor Seri C+ dengan harga saham tanpa diskon.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 17 Maret 2022  |  15:45 WIB
Modalku Borong Saham Milik Karyawan, Ini Alasannya
Logo Funding Societies.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Grup Modalku alias Funding Societies mengumumkan dimulainya masa pembelian kembali Employee Stock Option Plan atau Program Kepemilikan Saham Karyawan (ESOP) senilai US$16 juta atau sekitar Rp229,3 miliar.

Sebagai informasi, kebijakan pembelian ESOP oleh platform pendanaan bersama (P2P lending) klaster produktif khusus UMKM ini merupakan kali ke-4. Karyawan dan mantan karyawan yang berpartisipasi menguangkan ESOP Modalku sebelumnya mencapai US$3,5 juta atau sekitar Rp50,1 miliar.

Reynold Wijaya, Co-Founder Funding Societies dan CEO Modalku menjelaskan bahwa sebelumnya karyawan yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti kebijakan ESOP, termasuk karyawan baru, bisa mendapatkan ESOP setiap 2 tahun masa kerja di perusahaan.

Perusahaan menawarkan 50 persen dari total gaji tahunan dalam pembagian ESOP bagi karyawan baru yang memenuhi syarat, nilai yang lebih tinggi dari standar industri. Grup Modalku juga menekankan penerapan kebijakan ESOP perusahaan bagi karyawan yang loyal.

"Hal ini mungkin sesuatu yang klise, tetapi sumber daya manusia adalah kunci dari Grup Modalku. Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan dedikasi mereka untuk mewujudkan visi kami dalam memberdayakan UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (17/3/2022).

Terkini, seluruh karyawan dan mantan karyawan yang memenuhi syarat, memiliki hak untuk menjual saham mereka tanpa potongan pada harga saham Seri C+ kepada investor yang masuk, lebih tinggi dibandingkan dengan potongan 20 persen di industri dan startup lain pada umumnya.

Namun, karyawan juga dapat memilih untuk mempertahankan ESOP mereka, atau mengubah ESOP pribadi menjadi saham sehingga secara efektif tercatat menjadi pemegang saham Grup Modalku. Oleh sebab itu, kebijakan ESOP dari Grup Modalku telah dirancang untuk menciptakan inklusivitas dan kesetaraan.

"Kami memutuskan untuk melakukan pembelian kembali tanpa diskon 20 persen seperti startup pada umumnya, ini pun sebagai wujud apresiasi kami kepada tim. Saya juga sangat senang ketika mendengar beberapa anggota tim berbagi cerita terkait rumah pertama yang mereka miliki dari keuntungan ESOP mereka," tambahnya.

Sebagai informasi, Funding Societies baru saja diguyur pendanaan Seri C+ senilai US$144 juta yang dipimpin oleh SoftBank Vision Fund 2. Terlibat pula beberapa investor baru, seperti VNG Corporation, Rapyd Ventures, EDBI, Indies Capital, K3 Ventures, dan Ascend Vietnam Ventures.

Pada saat yang sama, perusahaan juga menerima fasilitas dana pinjaman sebesar US$150 juta untuk disalurkan ke para peminjam (borrower) UMKM pengguna Modalku, berasal dari pendana institusi di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia yang sebagian telah dicairkan sejak 2021.

Reynold menambahkan bahwa berbagai kebijakan ini nyatanya membawa Grup Modalku menjadi salah satu startup yang mencatatkan tingkat pengurangan karyawan terendah, sekaligus tingkat kebahagiaan/kepuasan karyawan tertinggi sejak perusahaan didirikan.

Ke depan, selain terkait ESOP, Modalku juga berupaya menerapkan berbagai kebijakan lain sebagai bentuk apresiasi terhadap karyawan, termasuk komunikasi internal, pembelajaran dan pengembangan karyawan.

"Selanjutnya, target kami adalah meningkatkan kenyamanan lingkungan kerja bagi karyawan yang juga berperan sebagai orang tua. Beberapa langkah yang telah kami ambil adalah menyediakan tunjangan keluarga yang lebih baik dan membuka kesempatan untuk posisi paruh waktu dengan jam kerja yang lebih fleksibel," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance fintech Modalku
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top