Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jauhkan Perempuan dari Rentenir, Strategi OJK Libatkan Pinjol

"fintek, saya yakin akan menjadi solusi untuk masalah ini [menangkal rentenir]."
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  12:21 WIB
Jauhkan Perempuan dari Rentenir, Strategi OJK Libatkan Pinjol
Ilustrasi P2P lending atau pinjaman online (pinjol) - Samsung.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjanjikan akan membantu meningkatkan literasi dan membuka akses keuangan formal bagi masyarakat khususnya perempuan sehingga tidak jatuh ke perangkap rentenir. 

Friderica Widyasari, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen  menyebutkan akses ke teknologi keuangan akan sangat membantu dalam memajukan tujuan inklusi dengan membawa perempuan ke dalam sistem keuangan.

Untuk itu, kata dia, OJK akan terus memperkuat edukasi keuangan dan memperluas akses keuangan bagi perempuan sebagai sasaran prioritas, yang dilakukan baik secara tatap muka maupun melalui sarana digital.

OJK juga akan memberdayakan Satuan Tugas Percepatan Akses Keuangan guna memperkenalkan skema kredit melawan rentenir bagi perempuan di wilayah pedesaan yang seringkali terjebak pinjaman rentenir dengan bunga sangat tinggi.

"Fitur utama dari skema ini adalah pinjaman dengan jumlah yang lebih kecil, yang dapat diakses dengan cepat dan berbiaya rendah. Beberapa desa bahkan menetapkan aturan bunga nol yang sangat membantu perempuan di daerah pedesaan,” ujarnya, dalam Forum Kedutaan Besar AS bertajuk 'Perempuan dalam Fintek' di Jakarta seperti dilansir Antara, Kamis (11/8/2022).

OJK juga akan memperkuat kerangka perlindungan konsumen di era digital untuk menjaga kepercayaan perempuan pada sistem keuangan formal.

“Sebagai landasan dalam membangun industri keuangan yang kuat, OJK akan terus memperkuat perlindungan konsumen untuk menjaga kepercayaan perempuan memanfaatkan produk dan layanan keuangan,” ucapnya.

Dia menyebutkan perusahaan keuangan berbasis teknologi (fintek) dapat memperkecil jarak tingkat literasi dan inklusi keuangan antara pria dan wanita di Indonesia. Saat ini fintek bergerak dalam sejumlah lini mulai dari pemeringkat kredit hingga pembeli pinjaman secara online alias pinjol.

“Kita masih perlu menutup kesenjangan yang tersisa antara perempuan dan laki-laki, baik dalam literasi keuangan maupun inklusi keuangan, dan fintek, saya yakin akan menjadi solusi untuk masalah ini,” katanya

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2019, indeks literasi dan inklusi keuangan Indonesia masing-masing mencapai 38,03 persen dan 76,19 persen.

Adapun indeks literasi dan inklusi keuangan perempuan baru mencapai 36,13 persen dan 75,15 persen, sementara laki-laki lebih tinggi yakni 39,94 persen dan 77,24 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pinjol fintech OJK

Sumber : Antara

Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top