Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menerka Nasib Leasing Sepeda Motor pada 2022, dari BAF sampai FIF

Bisnis leasing kembali mengalami tantangan. Di tengah kelangkaan chip sepeda motor, kini berkurangnya daya beli akibat kenaikan BBM menjadi hambatan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 09 September 2022  |  06:35 WIB
Menerka Nasib Leasing Sepeda Motor pada 2022, dari BAF sampai FIF
Karyawan beraktivitas di kantor Asosiasi PerusahaanPembiayaanIndonesia (APPI), Jakarta, Selasa (6/9/2022). Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sudah jatuh tertimpa tangga, menjadi ungkapan yang tepat buat para pemain pembiayaan sepeda motor dalam mengarungi semester II/2022. 

Pasalnya, belum sempat pulih akibat dampak fenomena kelangkaan stok sepeda motor pada semester I/2022, kinerja penyaluran pembiayaan akan mendapat tantangan baru lagi akibat kenaikan harga BBM. 

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menilai masih ada potensi buat para pemain pembiayaan sepeda motor untuk tetap bertumbuh pada periode ini. 

"Kemungkinan dampak secara nominal akan lebih terasa di pembiayaan mobil, karena ada peralihan minat konsumen ke unit mobil dengan harga lebih rendah dan lebih irit bahan bakar. Kalau motor harusnya bisa bertahan, karena kebanyakan konsumen butuh buat alat transportasi untuk bekerja," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (8/9/2022). 

Sementara itu, sebagian besar pemain pun tampak memilih strategi memaksimalkan produk-produk lain sebagai langkah mitigasi, andai kata perlambatan penyaluran pembiayaan sepeda motor baru terasa semakin parah pada periode ini. 

Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIF Group) Margono Tanuwijaya mengamini bahwa mengejar pertumbuhan memang akan lebih berat apabila hanya mengandalkan produk sepeda motor baru. 

"Penyaluran pembiayaan semester II/2022 ini memang akan terdampak kenaikan BBM, karena penjualan motor akan sedikit turun. Tapi masih ada potensi, karena yang butuh motor sebagai penunjang produktivitas itu juga masih banyak. Selain itu, produk-produk FIF lain pun masih tumbuh," ujarnya. 

Sebagai gambaran, realisasi total penyaluran pembiayaan leasing khusus sepeda motor merek Honda ini menembus Rp15,50 triliun per Juni 2022, hanya naik tipis 0,60 persen (year-on-year/yoy) secara tahunan. 

Pasalnya, tekanan datang dari produk motor baru alias FIFASTRA, di mana mengalami perlambatan 7,53 persen yoy menjadi Rp9,38 triliun ketimbang capaian Juni 2021 senilai Rp10,15 triliun.

Beralih ke emiten sektor pembiayaan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) yang memiliki produk unggulan pembiayaan sepeda motor segala merek wilayah Indonesia bagian timur, pun baru bisa menyalurkan Rp2,8 triliun pada paruh awal 2022. Terbilang masih jauh dari target tahunan yang dipatok mampu mencapai Rp6,8 triliun. 

"Kondisi keterbatasan stok membuat kami harus mendorong lebih agresif untuk pembiayaan multiguna. Jadi, meski pun kami terdampak, jumlah pembiayaan sampai dengan Juni 2022 masih mengalami kenaikan. Kami masih berharap kondisi keterbatasan stok ini bisa pulih pada periode ini," ujar Direktur Bisnis Mandala Multifinance Christel Lasmana kepada Bisnis

Senada, leasing yang merupakan partner strategis sepeda motor merek Yamaha, PT Bussan Auto Finance (BAF) pun mengakui tantangan pada semester II/2022 akan semakin berat. 

Hanya saja, Presiden Direktur BAF Lynn Ramli optimistis kinerja pembiayaan masih berpeluang positif, sebab BAF mampu merealisasikan penyaluran Rp5,4 triliun pada paruh awal 2022, di mana masih tumbuh dobel digit ketimbang tahun lalu, tepatnya 20 persen yoy. 

"Kendati periode ini akan penuh tantangan, BAF memiliki serangkaian produk lainnya, seperti BAF Dana Syariah, pembiayaan elektronik, gawai dan furnitur, dan berbagai produk lain, yang dapat menunjang pertumbuhan pembiayaan BAF secara keseluruhan," jelas Lynn . 

Selain itu, BAF pun mengaku belum menggeser target kinerja pembiayaan maupun kinerja keuangan secara umum di tengah kondisi terkini, karena masih bisa diimbangi dengan upaya-upaya pendongkrak kinerja, salah satunya terkait digitalisasi proses bisnis. 

"Melihat kinerja laba-rugi selama ini, kami cukup optimis untuk dapat mencapai target yang ditetapkan pada akhir tahun nanti. Misalnya, inisiatif digitalisasi telah dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas operasional yang diharapkan berdampak positif terhadap kinerja bisnis secara umum," tambahnya. 

Lynn mencontohkan beberapa inisiatif tersebut, antara lain branchless services, menjalin kerjasama dengan partner penyedia e-wallet dan payment channel, membangun BAF Point untuk konsumen setia BAF, serta memulai program referral system. 

Terakhir, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) alias Adira Finance pun memilih tidak hanya mengandalkan produk pembiayaan sepeda motor baru seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Hal ini terlihat dari kinerja pembiayaan ADMF senilai Rp14,3 triliun pada semester I/2022 yang masih tumbuh 21 persen yoy secara tahunan. Lini bisnis terkait kendaraan roda empat berkontribusi 44 persen, disusul sepeda motor 38 persen, kemudian multiguna dan lain-lain 19 persen. 

Namun, apabila melihat pertumbuhan per segmen, penopang pertumbuhan tampak berasal dari porsi roda empat yang tumbuh 38 persen, sementara segmen roda dua hanya mengalami pertumbuhan 3 persen. 

Oleh sebab itu, pada periode ini ADMF berupaya memperbesar pangsa pasar di produk pembiayaan mobil, menambah keragaman produk non-otomotif, dan terus menyediakan berbagai program penjualan yang menarik buat konsumen maupun calon konsumen. 

"Saat ini ADMF berupaya memperluas jaringan bisnis pembiayaan non-otomotif. Selain itu, kami juga melanjutkan investasi dan mempercepat digitalisasi melalui platform online Adiraku, Momobil.id, Momotor.id dan dicicilaja.com sebagai alternatif dalam mengakuisisi pembiayaan baru," jelas Direktur Utama Adira Finance I Dewa Made Susila kepada Bisnis. 

Made pun optimistis lewat upaya-upaya tersebut, pihaknya masih mampu merealisasikan target pertumbuhan 15 persen sampai 25 persen menjadi sebesar Rp30-32 triliun, dibandingkan kinerja sepanjang periode 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

leasing adira finance fif group
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top