Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Allo Bank (BBHI) Turun, Kekayaan Chairul Tanjung Hilang Rp63,8 Triliun

Melalui PT Mega Corpora, Chairul Tanjung atau CT menguasai 60,88 persen saham Allo Bank (BBHI).
Ultimate Shareholder PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) Chairul Tanjung memberikan keterangan pers usai rights issue Allo Bank di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/1/2022). /Bisnis-Fanny Kusumawardhani
Ultimate Shareholder PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) Chairul Tanjung memberikan keterangan pers usai rights issue Allo Bank di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (11/1/2022). /Bisnis-Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Kekayaan saham taipan Chairul Tanjung atau CT dan Grup Salim di emiten bank digital PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) tergerus akibat anjloknya harga saham dalam 6 bulan terakhir. 

Dalam enam bulan terakhir, saham BBHI turun 66,37 persen. Pada April 2022, harga saham BBHI mencapai Rp6.500 per saham.

Pada penutupan perdagangan Jumat (14/10/2022), saham BBHI menyentuh level paling rendah sepanjang tahun berjalan atau Rp1.675. 

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 7 Oktober 2022, CT menguasai BBHI melalui PT Mega Corpora dengan kepemilikan 60,88 persen dengan jumlah saham 13,2 miliar.

Dalam enam bulan terakhir, nilai saham PT Mega Corpora di Allo Bank turun Rp63,8 triliun atau dari Rp85,9 triliun pada harga saham tertinggi dalam enam bulan terakhir menjadi Rp22,1 triliun pada harga saham Jumat (14/10/2022).

Sementara itu , Grup Salim memiliki porsi kepemilikan 6 persen di BBHI melalui PT Indolife Investama Perkasa dengan jumlah saham 1,3 miliar. Nilai saham Grup Salim di Allo Bank turun Rp6,3 triliun atau dari Rp8,4 triliun pada saat harga tertinggi dalam enam bulan terakhir, menjadi Rp2,1 triliun pada saat penutupan perdagangan Jumat (14/10/2022).

Sementara itu, Allo Bank menyalurkan kredit senilai Rp6,71 triliun pada semester I/2022. Kredit BBHI melesat 655 persen yoy dari semula Rp889,28 miliar. Kenaikan kredit BBHI juga mendorong pertumbuhan aset emiten bank digital ini menjadi Rp9,77 triliun, naik 131 persen yoy. 

Selain Allo Bank, saham emiten bank digital lainnya PT Bank Jago Tbk. (ARTO) juga anjlok. Bahkan, ARTO menyentuh auto reject bawah atau ARB pada perdagangan terakhir pekan lalu. Dalam sepekan saham ARTO ambles 25,56 persen menuju level Rp5.025 per lembar.

Anjloknya saham ARTO juga membuat kekayaan pemilik saham mereka, Jerry Ng lenyap hingga puluhan triliun. Jerry melalui PT Metamorfosis tercatat memiliki 4,12 miliar saham Bank Jago atau setara 29,8 persen.

Dalam riset terbarunya, Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth menjelaskan bahwa saham bank-bank digital itu berfluktuasi di tengah ketidakpastian pasar. Hal ini disebabkan kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga.

Sebagaimana diketahui, dalam dua bulan terakhir BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps), sehingga menjadi 4,25 persen.

"Namun, dalam jangka panjang, kami melihat pertumbuhan bank digital di Indonesia tetap menarik," ujar Paula dalam risetnya seperti dikutip Bisnis pada Minggu (16/10/2022).

Menurut riset Samuel Sekuritas, pertumbuhan kredit bank digital juga akan tetap kuat. "Kami memperkirakan pertumbuhan kredit bank digital di bawah coverage kami akan tetap kuat, mengingat pasar di Indonesia masih under penetrated untuk produk perbankan dan produk keuangan lainnya," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper