Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Marjin Bunga Bersih Bank Tumbuh di Tengah Tren Suku Bunga Tinggi, Siapa Terbesar?

OJK mencatat marjin bunga bersih atau NIM bank naik, meskipun di tengah tren suku bunga acuan Bank Indonesia yang tinggi.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 09 Desember 2022  |  07:14 WIB
Marjin Bunga Bersih Bank Tumbuh di Tengah Tren Suku Bunga Tinggi, Siapa Terbesar?
Ilustrasi Bank - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Marjin bunga bersih (net interest marginn/NIM) perbankan tercatat mengalami peningkatan di tengah kenaikan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI).

Dalam rapat dewan komisioner (RDK) bulanan pada Selasa (6/12/2022), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan bahwa sisi profitabilitas perbankan mengalami pertumbuhan. Marjin bunga bersih bank per September 2021 tumbuh 15 basis poin (bps) secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga mencapai 4,77 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu 4,62 persen.

Kenaikan marjin bunga bersih ini juga tercatat di sejumlah bank jumbo atau bank-bank dengan modal inti lebih dari Rp70 triliun. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) misalnya mencatatkan peningkatan NIM 83 bps per September 2022 menjadi 8,21 persen.

Kemudian, NIM PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) konsolidasi naik 45 bps menjadi 5,12 persen per kuartal III/2022. Lalu, NIM BNI berada di level 4,80 persen per kuartal III 2022, naik tipis 4 bps.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan bahwa kondisi marjin bunga bersih di perbankan saat ini menunjukan level yang masih terkendali. Meskipun, menurutnya, tren kenaikan suku bunga acuan BI saat ini menghantui NIM perbankan.

BI sendiri telah menaikan suku bunga acuannya secara berturut-turut sejak Agustus 2022 hingga November 2022. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16 – 17 November 2022, suku bunga acuan BI saat ini menjadi 5,25 persen.

“Saat suku bunga acuan BI naik, bank memberikan bunga spesial besar kepada nasabah deposan. Itu kalau terlalu tinggi akan pengaruhi NIM," ujarnya kepada Bisnis pada beberapa waktu lalu.

Perbankan juga mesti berhati-hati dalam mengelola NIM di tengah ancaman resesi global tahun depan. "Ini akan berpengaruh ke demand, di mana sedikit orang menabung. Sementara, deposito dan giro menjadi semakin sedikit karena krisis. Masyarakat akan lebih senang memegang uang cash atau beli barang tidak untuk disimpan. Ini akan pengaruhi NIM walaupun tidak signifikan," ujarnya.

Dalam mengelola NIM, perbankan juga perlu mengurangi bunga spesial bagi para nasabah deposan. Kemudian, perbankan bisa sedikit menaikkan tingkat suku bunga pinjamannya. Dengan begitu, selisih margin akan terjaga dengan baik.

Berikut data NIM di 4 bank jumbo Indonesia per September 2022:

No

Nama Bank

NIM per September 2022

NIM per September 2021

Perubahan

1

BRI

8,21 persen

7,38 persen

83 bps

2

Bank Mandiri

5,12 persen

4,67 persen

45 bps

3

BCA

5,13 persen

5,17 persen

-4 bps

4

BNI

4,80 persen

4,76 persen

4 bps

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga perbankan suku bunga acuan
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top