Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

LPS: 6-7 BPR Tutup Setiap Tahun

Sejak 2005 LPS berdiri hingga 31 Desember 2022, terdapat 102 BPR, 12 BPRS, dan 1 bank umum dilikuidasi.
Petugas membersihkan logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019). /Bisnis-Abdullah Azzam
Petugas membersihkan logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019). /Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat per tahun ada 6-7 bank perkreditan rakyat (BPR) yang dilikuidasi. Tahun ini, tren BPR berjatuhan diproyeksikan masih ada, sedangkan bank umum tetap solid.

Sejak 2005 LPS berdiri hingga 31 Desember 2022, terdapat 102 BPR, 12 BPRS, dan 1 bank umum dilikuidasi.

Pada 2022 ada tiga BPR yang tercatat dalam proses likuidasi yakni PT BPR Utomo Widodo di Ngawi, PT BPRS Asri Madani di Jember, dan PT BPR Pasar Umum, Denpasar.

"Kalau BPR kan bank kecil, dia biasanya gagal bukan karena kondisi ekonomi, tapi karena fraud, dimaling sama yang punya," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Kamis (2/3/2023).

Dia pun memperkirakan bahwa tahun ini tren bank yang dilikuidasi akan berlanjut, tapi hanya pada BPR. "Pasti biasanya setiap tahun beberapa BPR akan jatuh. Itu biasa lah, tiap tahun mungkin 6-7 BPR jatuh," ujarnya.

LPS juga mencatat jumlah BPR turun sepanjang 2022. BPR yang menjadi peserta penjamin simpanan di LPS per 31 Desember 2022 berjumlah 1.608. Jumlahnya berkurang 24 bank dibandingkan posisi 2021 sebanyak 1.632.

Purbaya mengatakan bahwa hal itu terjadi secara natural akibat proses merger dan akuisisi. Hal ini merupakan imbas dari strategi konsolidasi perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Sebagaimana diketahui, OJK misalnya membuat kebijakan agar BPR wajib mempunyai modal inti minimum Rp6 miliar paling lambat 31 Desember 2024.

"Jadi tidak ada gangguan sistem keuangan," katanya.

OJK juga mendorong konsolidasi BPR melalui perluasan kerja sama antara BPR dengan bank umum maupun lembaga jasa keuangan lain. Selain dengan konsolidasi, peran BPR akan diperkuat melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK) yang telah disahkan.

Sementara, kondisi bank umum menurutnya lebih stabil dan kecil kemungkinan ada yang dilikuidasi. "Bank umum sih dari simpanannya itu naik semua, dari bank KBMI [kelompok bank dengan modal inti] 1 hingga 4 naik semua. Jadi membaik, sekarang keadaan perbankan amat solid," katanya.

Sebelumnya, ia mengatakan kinerja perbankan stabil pada awal 2023, baik sisi permodalan, likuiditas, dan intermediasi. Tercatat, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan pada Januari 2023 mencapai 25,39 persen.

Likuiditas berdasarkan alat likuid per dana pihak ketiga (AL/DPK) mencapai 29,13 persen. Dari sisi intermediasi, kredit perbankan tumbuh 10,53 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2023. Lalu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,03 persen yoy per Januari 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper