Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lihat Situasi Pasar, Adira Finance (ADMF) Bakal Terbitkan Obligasi

Adira Finance terus mengamati kondisi bisnis terkini dan kebutuhan pendanaan ke depan sebelum menerbitkan obligasi dan sukuk.
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis/Endang Muchtar
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pembiayaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance berencana untuk menerbitkan obligasi dan sukuk pada 2023, namun dengan tetap melihat situasi dan perkembangan pasar.

Direktur Kepala Layanan Penjualan & Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan mengatakan bahwa Adira Finance terus mengamati kondisi bisnis terkini dan kebutuhan pendanaan ke depan sebelum menerbitkan obligasi dan sukuk.

“Pasti kami menerbitkan [obligasi dan sukuk], tapi nilainya seberapa besar masih akan lihat situasi,” kata Niko kepada Bisnis, Selasa (23/5/2023).

Kendati demikian, Niko menyampaikan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, emiten bersandi saham ADMF itu biasanya menerbitkan obligasi 1-2 kali dalam satu tahun.

Adira Finance mencatat, per Maret 2023, komposisi pembiayaan bersama mewakili 45 persen dari piutang yang dikelola. Sementara sisanya diperoleh dari pinjaman bank, obligasi, dan ekuitas.

Selain dari pembiayaan bersama (joint financing) dengan perusahaan induk, yakni PT Bank Danamon Tbk. (BDMN), Adira Finance juga memiliki pinjaman eksternal melalui penerbitan obligasi dan sukuk serta penerimaan pinjaman dari bank.

“Upaya itu dilakukan sebagai bagian dari strategi diversifikasi pendanaan Adira Finance untuk mendapatkan pendanaan yang lebih kompetitif,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, Adira Finance yang mampu mencetak laba berjalan senilai Rp417,03 miliar pada kuartal I/2023.

Mengawali tiga bulan pertama di tahun ini, laba Adira Finance tumbuh 36,93 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari sebelumnya bernilai Rp304,57 miliar.

Adapun, perolehan laba Adira Finance berasal dari total pendapatan yang naik 7,27 persen yoy dari Rp2,08 triliun pada 31 Maret 2022 menjadi Rp2,23 triliun per 31 Maret 2023. Di mana, pos sewa pembiayaan terpantau melonjak 181,09 persen yoy, naik dari Rp11,02 miliar menjadi Rp30,99 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper