Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Citigroup Bakal Umumkan PHK Besar-Besaran Besok

Raksasa perbankan global, Citigroup dikabarkan bakal mengumumkan PHK besar-besaran pada Senin (20/11/2023).
Citigroup Bakal Umumkan PHK Besar-Besaran Besok. Gedung Citigroup./Chris J Ratcliffe - Bloomberg
Citigroup Bakal Umumkan PHK Besar-Besaran Besok. Gedung Citigroup./Chris J Ratcliffe - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Citigroup dikabarkan bakal mengumumkan pemutusah hubungan kerja (PHK) dengan jumlah yang besar pada Senin (20/11/2023).

Seperti dilaporkan oleh Financial Times, Minggu (19/11/2023), salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, PHK besar-besaran tersebut merupakan bagian dari proses restrukturisasi raksasa perbankan global tersebut.

Sumber tersebut mengatakan, proses restrukturisasi itu diberi nama sandi Proyek Bora-Bora. Namun demikian, proses restrukturisasi itu disebutkan masih dalam tahap awal Saat ini Citi disebut-sebut tengah melakukan tinjauan secara top-down terhadap struktur organisasinya. Tinjauan itu dilakukan kepada sekitar 1% karyawannya di bank tersebut, atau sekitar 2.400 pekerjaan dari total 240.000 pekerjaan.

Sementara itu, PHK yang akan dilakukan dalam waktu dekat, masih belum diketahui jumlahnya.

Adapun, pada bulan lalu, Citi melaporkan, pemutusan hubungan kerja telah mempengaruhi sebanyak 200 pekerjaan.

CEO Citi Jane Fraser, yang mengumumkan restrukturisasi pada September, sebelumnya telah mengatakan kepada stafnya bahwa bank tersebut diperkirakan menyelesaikan restrukturisasi dan mengakibatkan PHK pada akhir Maret 2024.

Fraser menyebutkan laporan langsungnya pada saat pengumuman awal, dan para eksekutif tersebut sebelumnya telah mengumumkan sekitar seratus orang yang akan menjalankan berbagai lini bisnis bank tersebut.

Adapun, pada Senin, para kepala unit bisnis yang berbeda tersebut diharapkan memberi tahu staf mereka di kantor pusat Citi di New York dan di tempat lain siapa yang akan mengisi lapisan kepemimpinan berikutnya.

Salah satu sumber mengatakan, banyak dari orang-orang yang diberi pekerjaan pada putaran ini sudah memegang peran tersebut, meskipun beberapa posisi di bank diperkirakan akan berubah.

Individu dalam pekerjaan yang telah dihilangkan, atau yang belum diberi peran pada tingkat manajemen mereka saat ini, akan diberikan masa transisi di mana mereka dapat melamar posisi lain di Citi. Pada akhir periode tersebut, Citi akan memberikan rincian paket pesangon kepada karyawan yang belum diangkat ke posisi baru.

Staf Citi mengatakan mereka hanya diberi sedikit informasi mengenai proses tersebut, selain pertemuan town hall yang dipimpin Fraser.

Banyak karyawan yang mengatakan bahwa mereka menyambut baik perubahan tersebut, meskipun beberapa merasa frustrasi dengan cepatnya proses tersebut. Apalagi Citi belum mengumumkan tujuan pengurangan biaya atau berapa banyak pekerjaan yang akan diberhentikan.

BISNIS CITI DI INDONESIA

Adapun, di Indonesia, pada tahun lalu Citigroup telah melepas bisnis retail banking Citibank N.A. Indonesia atau Citi Indonesia kepada UOB Group.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) melakukan refocusing bisnis, di mana pihaknya akan fokus dalam bisnis Institutional Banking, usai menjual sebagian lini bisnis, yakni consumer banking kepada Bank UOB Indonesia.  

Batara mengatakan, ke depannya, Citibank Indonesia akan mengembangkan lini bisnis, seperti investment banking, corporate banking, commercial banking, transaction banking, market & treasury, custody hingga security services.

“Jadi akan ada dua tiga produk baru. Kami juga meluncurkan beberapa produk baru untuk global transaction banking dalam memfasilitas multinasional bisnis kami yang beroperasi di seluruh dunia, sehingga global company bisa terconnect dan menjadi real time di tahun 2024,” ujarnya pada awak media, Senin (13/11/2023). 

Adapun, kata Batara, pengalihan bisnis Consumer Banking termasuk kartu kredit dan wealth management kepada UOB sendiri merupakan strategi bisnis global. Di mana, untuk segmen consumer banking hanya akan difokuskan di home country, yaitu Amerika. 

“Di luar home country itu fokusnya bakal institutional banking. Sehingga di luar Amerika hampir 100% berjalan di bisnis institutional bisnis, kecuali Singapura, Hong Kong dan Dubai, karena mereka sebagai hub dari private banking ya,” terangnya.   

Sebelumnya Head of Banking, Capital Markets and Advisory Citi Indonesia Anthonius Sehonamin juga menyebut pihaknya akan fokus ke bisnis corporate banking dan tidak akan menyalurkan credit consumer langsung secara ritel. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Financial Times & Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper