Bisnis.com, JAKARTA – Klaim kesehatan asuransi jiwa sepanjang 2024 masih mencatatkan pertumbuhan. Namun, pertumbuhannya melandai dibanding klaim kesehatan di periode 2023.
Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memaparkan klaim kesehatan asuransi jiwa sepanjang 2024 tumbuh 16,4% year on year (yoy) menjadi Rp24,18 triliun.
"Kenaikan 16,4% ini masuh lebih rendah dibanding 2023 di mana kenaikan klaim kesehatan sebesar 24,6%," kata Budi dalam konferensi pers kinerja asuransi jiwa 2024 di kantor AAJI, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Berdasarkan tren data klaim kesehatan AAJI, klaim kesehatan asuransi jiwa sepanjang 2022 tercatat sebesar Rp16,7 triliun. Angka tersebut melonjak 24,6% yoy menjadi Rp20,77 triliun pada periode 2023. Pada periode 2024, pertumbuhan klaim kesehatan melandai ke level 16,4% yoy menjadi Rp24,18 triliun.
Di sisi lain, sepanjang 2024 industri asuransi jiwa mencatatkan total pendapatan premi sebesar Rp185,39 triliun, atau tumbuh 4,3% yoy dibading Rp177,75 triliun pada periode yang sama di 2023. Kinerja pendapatan premi ini membaik setelah pada 2023 lalu total pendapatan premi asuransi jiwa mengalami kontraksi 7%.
Meski begitu, Budi mengatakan saat ini industri asuransi jiwa masih berjuang menghadapi inflasi medis yang terjadi di Tanah Air.
Baca Juga
"Jadi ada dua informasi penting, pertama adalah premi asuransi jiwa tumbuh setelah beberapa waktu yang lalu angkanya negatif, tapi di 2024 Alhamdulillah tumbuh 4,3%. Kedua, klaim kesehatan masih naik dibandingkan premi, tapi dibandingkan kenaikan klaim kesehatan di 2023, kenaikannya sudah lebih rendah," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko, GCG AAJI Fauzi Arfan merinci klaim kesehatan asuransi jiwa sepanjang 2024 ini terdiri dari klaim kesehatan perorangan yang tumbuh 14,4% yoy menjadi Rp15,29 triliun dan klaim kesehatan kumpulan yang tumbuh 20,1% yoy menjadi Rp8,89 triliun.
Secara tren, klaim kesehatan perorangan asuransi jiwa sepanjang 2022 tercatat sebesar Rp10,64 triliun, kemudian tumbuh 25,7% yoy menjadi Rp13,37 triliun pada periode 2023, dan kembali tumbuh 14,4% yoy menjadi Rp15,29 triliun pada periode 2024.
Sementara itu, klaim kesehatan kumpulan sepanjang 2022 tercatat sebesar Rp6,04 triliun, kemudian tumbuh 22,6% yoy menjadi Rp7,40 triliun pada periode 2023 dan kembali naik 20,1% yoy menjadi Rp8,89 triliun pada periode 2024.
"Industri asuransi masih terus berjuang dengan klaim kesehatan yang meningkat akibat inflasi medis yang cukup tinggi di 2023. Tapi seperti yang disampaikan Pak Budi, klaim asuransi kesehatan menurun kenaikannya dibanding 2023," ujarnya.