Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Iuran Jaminan Pensiun 8% Dinilai Paling Relevan

Badan Penyelenggara Jaminan Pensiun (BPJS) Ketenagakerjaan menganggap iuran sebesar 8% untuk program jaminan pensiun para pekerja merupakan angka yang paling relevan.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 29 April 2014  |  10:38 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--- Badan Penyelenggara Jaminan Pensiun (BPJS) Ketenagakerjaan menilai iuran sebesar 8% untuk program jaminan pensiun para pekerja merupakan angka paling relevan.

Elvyn G.Masassya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, mengatakan angka 8% tersebut sudah turun dari usulan sebelumnya yang mencapai 12%.

“Untuk iuran itu kita harus lihat tiga hal, affordability (tingkat kesanggupan), adequacy (tingkat kelayakan), dan aspek suistainability (tingkat keberlangsungan),” katanya seusai menghadiri seminar nasional Prospek Investasi 2014 dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Pasca UU No.24/2011 tentang BPJS, Selasa (29/4/2014).

Iuran sebesar 8% itu diambil dari gaji bulanan (take home pay) para pekerja. Program jaminan pensiun itu sendiri bakal mulai dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan mulai 1 Juli 2015. Pada saat ini, pemerintah tengah menyusun peraturan sebagai dasar hukum program tersebut.

Berdasarkan UU No.40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), program jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan diselenggarakan berdasarkan skema manfaat pasti atau terdapat batas minimum dan maksimum manfaat yang akan diterima peserta.

Mengacu kepada regulasi, manfaat jaminan pensiun tersebut berwujud uang tunai yang diterima oleh peserta setiap bulan sebagai pensiun hari tua, pensiun cacat, pensiun janda atau duda, pensiun anak atau pensiun orang tua.

Sebagai contoh, dalam pensiun hari tua, uang pensiun diterima oleh peserta setelah pensiun sampai meninggal dunia. Uang pensiun itu dapat diterima setelah peserta membayar iuran minimal selama 15 tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jaminan sosial dana pensiun bpjs ketenagakerjaan
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top