Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Leasing Yakin Kredit Kendaraan Mulai Rebound, Roda Dua Ngegas Duluan

Sebelumnya, angka realisasi penyaluran kredit motor ini tercatat terus menurun sejak Februari 2020 akibat Covid-19 dan mencapai titik terendah di angka Rp75,09 triliun pada Mei 2020.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 17 Agustus 2020  |  20:50 WIB
Diler Sepeda Motor Honda.  - wahanaartha.com
Diler Sepeda Motor Honda. - wahanaartha.com

Bisnis.com, JAKARTA - Multifinance mulai optimistis menapaki periode semester II/2020, menilik salah satu sektor penopangnya yakni pembiayaan kendaraan mulai menunjukkan tanda-tanda rebound.

Tepatnya di sektor pembiayaan kendaraan roda dua baru yang pada Juni 2020 naik 1,39 persen (month-to-month/mtm) ke angka Rp76,14 triliun pada Juni 2020 sesuai statistik lembaga pembiayaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbaru.

Sebelumnya, angka realisasi penyaluran kredit motor ini tercatat terus menurun sejak Februari 2020 akibat Covid-19 dan mencapai titik terendah di angka Rp75,09 triliun pada Mei 2020.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengungkap bahwa optimisme terkait fenomena ini perlu dijaga.

"Percaya pasti akan bangkit. Karena secara demografi, Indonesia itu luas, penduduknya banyak. Pasti kebutuhan kendaraan itu terus menerus ada. Generasi yang baru mulai bekerja dan membutuhkan mobilitas selepas pandemi ini pun akan terus ada," ujarnya kepada Bisnis, Senin (17/8/2020).

Memang, dilihat dari nominal penyalurannya, realisasi kredit kendaraan roda dua kalah nilainya dengan realisasi kredit roda empat. Namun, bukan berarti fenomena rebound pembiayaan roda dua ini tetap bisa menjadi angin segar buat perusahaan pembiayaan.

"Kalau secara [nilai] rupiah, 2/3 dari kredit kendaraan itu untuk mobil, 1/3 itu motor. Tapi motor kan harganya murah, tapi secara jumlah unit, motor tetap sangat besar," tambahnya.

Terakhir, Suwandi pun berharap fenomena rebound ini berlanjut secara bertahap di seluruh lini objek pembiayaan kendaraan, sehingga bukan hanya untuk motor baru, tapi juga motor bekas, serta mobil baru maupun bekas.

Syaratnya, pandemi Covid-19 beserta kebijakan yang diakibatkannya seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak lagi marak di seluruh daerah Indonesia. Serta terpengaruh dari bagaimana iklim bisnis dan strategi penjualan sektor otomotif itu sendiri di era new normal.

"Kebutuhan pasti ada, tapi semua tidak bisa naik langsung. Waktunya kapan? Tergantung tiap daerah kasusnya berbeda-beda. Pabrik yang tadinya ditutup selama pandemi, kan harus beroperasi dulu, nyala dulu dari awal, mulai berproduksi lagi terlebih dahulu. Jadi, memang masih butuh waktu," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance leasing kredit kendaraan
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top