Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Berani Investasi Jika Belum Penuhi Hal Ini

Anda tertarik untuk investasi? Jangan berani eksekusi sebelum memenuhi hal-hal berikut ini.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 17 September 2021  |  13:34 WIB
Jangan Berani Investasi Jika Belum Penuhi Hal Ini
Ilustrasi investasi - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Certified Financial Planner (CFP) Annisa Steviani mengatakan terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum seseorang memutuskan untuk berinvestasi.

Selain memiliki penghasilan, Anda juga harus memenuhi syarat lain agar investasi berjalan lancar. Sayangnya, masih banyak yang mengira bahwa investasi merupakan jalan untuk menambah pundi-pundi penghasilan. Padahal, jalan untuk menambah penghasilan adalah tak lain dengan bekerja.

“Sebenarnya investasi itu bukan cara untuk menambah uang kamu. Jadi kalau dalam financial planning, cara untuk menambah penghasilan adalah dengan bekerja, bukan dengan investasi,” kata Annisa melalui unggahan video Instagram resmi Lawan Covid-19 seperti dikutip, Jumat (17/9/2021).

Untuk tercapai hal yang diinginkan, Annisa mengibaratkan investasi hanya sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan.

Tujuan yang dimaksud, antara lain investasi untuk dana pendidikan anak, investasi untuk dana pensiun, atau investasi untuk membeli rumah.

"Jadi bukan investasi untuk menambah uang,” jelasnya.

Annisa pun membedakan investasi dengan trading. Pasalnya, banyak orang yang menyamakan kedua hal tersebut.

Padahal, kata dia, trading merupakan proses untuk menambah uang dan bukan termasuk berinvestasi.

“Kalau prosesnya menambah uang, misalnya trading, itu bukan investasi. Tetapi memang kamu menyisihkan waktu atau fulltime untuk trading, untuk menambah uang. Itu sebenarnya kamu kerja juga, bukan investasi,” jelasnya.

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi, Annisa memberikan empat cara sebelum memulai berinvestasi dalam ranah financial planning atau perencanaan keuangan.

1. Cash Flow Aman
Cash flow atau laporan keuangan merupakan hal pertama yang harus Anda perhatikan. Dalam financial planning, laporan keuangan Anda harus aman serta penghasilan harus lebih besar dibandingkan pengeluaran.

“Jadi harus ada selisihnya. Uang yang bisa kamu tabung adalah sisa antara penghasilan atau pengeluaran,” ucap Annisa.

Jika Anda menabung di awal tanpa tahu penghasilan Anda cukup atau tidak, maka akan berimbas di akhir bulan, di mana Anda menggunakan tabungan untuk mencukupi kebutuhan.

2. Dana Darurat
Selanjutnya, pastikan Anda memiliki dana darurat. Annisa menyatakan bahwa setiap orang pasti selalu bertemu dengan kondisi darurat, inilah yang harus Anda waspadai.

“Kalau enggak punya uang darurat mau pakai apa, ujung-ujungnya kita ngutang. Makanya penting banget dana darurat,” imbuhnya.

3. Proteksi
Ketiga adalah memiliki proteksi atau asuransi, salah satunya BPJS. Pastikan juga BPJS yang Anda miliki harus dibayar secara rutin, agar saat Anda harus dilarikan ke rumah sakit, tabungan yang Anda miliki tidak terpakai.

Selain itu, penting juga untuk perempuan yang tidak bekerja dan hanya mengandalkan suami untuk bekerja. Annisa mengatakan bahwa harus memiliki rencana kerja atau asuransi jiwa sebelum memulai berinvestasi.

4. Investasi
Jika ketiga syarat di atas sudah terpenuhi, maka sudah saatnya Anda berinvestasi. Namun, jangan sekali-kali Anda berinvestasi jika salah satu syarat di atas tidak terpenuhi, sebab bisa saja investasi yang Anda lakukan malah digunakan di kemudian hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi financial planning tips investasi
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top