Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sampoerna Sebut Prospek Kredit UMKM Membaik pada 2022

PT Bank Sahabat Sampoerna menjaga porsi kredit UMKM sebesar 50 persen dan akan semakin besar pada tahun berikutnya.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 20 Desember 2021  |  19:30 WIB
Nasabah bertransaksi di kantor cabang Bank Sahabat Sampoerna - Istimewa
Nasabah bertransaksi di kantor cabang Bank Sahabat Sampoerna - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Sahabat Sampoerna atau Bank Sampoerna melihat prospek kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan lebih baik pada 2022.

Hal itu disampaikan Chief of SME, Funding, FI, and Network Bank Sampoerna Adji Anggono dalam acara peluncuran MekarinAja yang dilakukan secara virtual, Senin (20/12/2021).

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan lebih membaik dibandingkan dengan tahun ini, maka akan berimbas pada UMKM yang menjadi salah satu sektor yang menarik dan adaptif. “Kami yakin, tahun depan sektor UMKM akan sangat bagus,” kata Adji.

Sementara itu, Adji berharap sektor UMKM dapat tumbuh di kisaran antara 10 sampai 20 persen pada 2022 mendatang.

Menurut Adji, UMKM merupakan salah satu sektor yang sangat penting, menarik, dan potensial terhadap perubahan. Pasalnya, sektor UMKM memiliki jumlah yang banyak.

“Terutama selama 2 tahun terakhir, kita bisa melihat UMKM adalah salah satu sektor yang bisa mengadaptasi dengan perubahan-perubahan yang semakin lama itu semakin cepat,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Adji, UMKM juga mempunyai nilai yang strategis yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia dan banyak pelaku usaha yang berada di sektor UMKM.

“Saat ini kita masih menjaga di angka 50 persen. Kita berharap bisa semakin besar di tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Salah satu upaya mencapai target itu, Bank Sampoerna bekerja sama dengan dan PT Mekar Investama Sampoerna (Mekar) meluncurkan MekarinAja. Adapun, target penyaluran pada tahap awal hingga Rp200 miliar.

CEO MEKAR, Pandu Aditya Kristy mengatakan, produk MekarinAja dapat memberikan alternatif akses pembiayaan bagi UMKM yang selama ini belum memiliki akses permodalan dari lembaga keuangan.

"Bagaimana pun, pembiayaan seringkali menjadi aspek penting bagi UMKM untuk dapat meningkatkan skala usaha yang dimilikinya,” ujar Pandu.

Saat ini, produk MekarinAja hanya bisa diajukan untuk masyarakat Indonesia yang berada di wilayah Jabodetabek, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Kendati demikian, dalam beberapa bulan ke depan akan masuk ke wilayah lain secara bertahap.

Adji menekankan, tahun ini Bank Sampoerna telah memenuhi modal inti Rp2 triliun dengan dua pemegang saham utama Bank Sampoerna adalah Grup Sampoerna Strategic melalui PT Sampoerna Investama dan Grup Alfa melalui PT Cakrawala Mulia Prima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit umkm bank sampoerna fintech mekar.id
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top