Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Menimbang Prospek Bisnis Bank Digital, Kapan Raup Untung?

Model bisnis pembiayaan antara bank konvensional dengan bank digital dinilai kurang lebih sama. Artinya, keuntungan bank digital paling besar didapatkan dari pendapatan bunga.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 06 Januari 2022  |  09:00 WIB
Menimbang Prospek Bisnis Bank Digital, Kapan Raup Untung?
Mobile banking - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sederet bank konvensional mulai melebarkan sayapnya dengan melakukan transformasi ke layanan digital dengan memanfaatkan teknologi terkini. Belakangan ini, satu per satu taipan Tanah Air juga mulai masuk ke ranah bisnis perbankan digital.

Salah satunya adalah pengusaha nasional Chairul Tanjung, yang memiliki saham mayoritas di PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) melalui PT Mega Corpora. 

Allo bank bakal melakukan aksi korporasi, di mana salah satu investor strategis yang akan menyerap rights issue adalah PT Indolife Investama Perkasa, milik taipan Anthoni Salim.

Jika mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai ketentuan baru pendirian serta bisnis bank digital, yakni salah satunya mengatur tentang modal inti minimum pendirian bank digital senilai Rp10 triliun.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Bank Umum yang dirilis pertengahan Agustus 2021.

“Pergeseran dari konsep bank tradisional ke bank masa depan mendorong bank, antara lain untuk menyesuaikan strategi bisnis dan melakukan penataan ulang jaringan distribusi,” demikian yang ditulis dalam POJK Nomor 12 Tahun 2021 tentang Bank Umum, seperti dikutip pada Rabu (5/1/2022).

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPP), Amin Nurdin mengatakan model bisnis di pembiayaan antara bank konvensional dengan bank digital kurang lebih sama. Artinya, keuntungan bank digital paling besar didapatkan dari pendapatan bunga.

Namun, karena saat ini masih baru, yakni baru memasuki tahap perkenalan, Amin memprediksikan bahwa kemungkinan memberikan keuntungan dari bisnis bank digital masih perlu waktu.

“Setidaknya dalam 3-5 tahun ke depan. Hanya saja, pertumbuhan akan lebih cepat dan masif. Karena dalam hal proses bisa lebih cepat dan menjangkau masyarakat dan nasabah yang lebih luas,” kata Amin saat dihubungi Bisnis, Rabu (5/1/2022).

Menurutnya, kemungkinan untuk membentuk ekosistem dengan berbagai platform digital juga menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi bisnis bank digital.

Amin mengungkapkan, bisnis bank digital juga bisa mendapatkan pendapatan dari berbagai hal, salah satunya melalui pendapatan bunga.

“Selain pendapatan bunga, bisa juga melalui jasa-jasa dan fees lain jika transaksi bisa dilakukan oleh customer dalam basis ecosystem yang lebih luas,” terangnya.

Amin melihat, beberapa bank konvensional yang sudah menerapkan digitalisasi, artinya mereka sudah selangkah di depan dalam menghasilkan fee based income (FBI) dari digitalisasi.

Sementara itu, dari hasil paparan publik yang dirilis PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) ke Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa direksi menyampaikan berdasarkan penelitian dan pengalaman terhadap bisnis bank digital, terutama yang sudah ada di luar negeri, diperlukan waktu 3 sampai 5 tahun untuk masuk ke fase profitable.

Sesuai visi dan misi, perseroan secara berkesinambungan melalukan transformasi dari bank pensiunan menjadi bank digital dan juga re-branding dari Bank Yudha Bhakti menjadi Bank Neo Commerce.

"Proses transformasi yang telah dilakukan mulai 2020 memerlukan waktu untuk dapat membukukan laba," jelas manajemen BBYB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan transformasi digital Digitalisasi Perbankan Bank Digital
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top