Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja 2021: Aset Bank Mega (MEGA) Tumbuh 18,42 Persen Yoy

Pertumbuhan aset Bank Mega (MEGA) didorong oleh penyaluran kredit yang naik 25,14 persen yoy menjadi Rp60,67 triliun pada 2021. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  11:54 WIB
Logo CT Corpora di salah satu sudut Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.  - CTCorp
Logo CT Corpora di salah satu sudut Menara Bank Mega, Jakarta Selatan. - CTCorp

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mega Tbk. (MEGA) mencatatkan kinerja apik sepanjang 2021. Tercatat, total aset perusahaan milik Chairul Tanjung ini tumbuh 18,42 persen year on year/yoy, menjadi Rp132,87 triliun. Penambahan aset tersebut salah satunya didorong oleh penyaluran kredit yang tumbuh 25,14 persen yoy menjadi Rp60,67 triliun pada 2021. 

Rasio NPL Gross dan NPL Net yang turun, dari 1,39 persen dan 1,07 persen pada 2020 menjadi 1,12 persen dan 0,81 persen pada 2021. 

Merujuk data laporan keuangan yang dipublikasikan di Bisnis Indonesia, total dana pihak ketiga yang dihimpun Bank Mega pada 2021 sebesar Rp99,18triliun, tumbuh 22,16 persen yoy.  

Bila dirinci, giro tumbuh 92,16 persen yoy menjadi Rp16,35 triliun tabungan Rp14,45 triliun naik 5,1 persen yoy dan deposito sebesar Rp68,09 triliun, tumbuh 15,56 persen.

Sementara itu pendapatan bunga tumbuh 0,79 persen yoy pada 2021, menjadi Rp8,11 triliun. Beban bunga turun 20,17 persen menjadi Rp3,26 triliun. 

Hal tersebut membuat laba rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik pada 2021 tercatat senilai Rp4 triliun, naik 33,24 persen dibandingkan dengan 2020 yang senilai Rp3 triliun. 

Sebelumnya, Bank Mega menargetkan kredit dapat tumbuh di kisaran 11 persen menjadi Rp68 triliun pada 2022.

Berdasarkan materi paparan publik perseroan di keterbukaan informasi BEI, Selasa (22/2/2022), Bank Mega menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun berjalan dari Rp4 triliun per Desember 2021 menjadi Rp4,3 triliun pada tahun ini. 

Dari sisi penghimpunan, emiten bank dengan kode saham MEGA ini tercatat menghimpun dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 25 persen menjadi Rp99 triliun sepanjang 2021. 

Bank milik pengusaha nasional Chairul Tanjung ini pun memasang target pertumbuhan DPK sebesar 7 persen pada 2022, yakni sebesar Rp106 triliun. Selanjutnya, Bank Mega memproyeksikan pertumbuhan aset di kisaran 6 persen dari Rp133 menjadi Rp141 triliun pada 2022.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan aset chairul tanjung bank mega
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top