Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tumbuh 33 Persen, Laba Bersih Bank Mega (MEGA) Tertinggi Kelima di Indonesia

Laba bersih Bank Mega (MEGA) sepanjang 2021 berada di urutan kelima setelah BRI (BBRI), BCA (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), dan BNI (BBNI).
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  13:03 WIB
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mega di Jakarta, Rabu (11/11/2020).  - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu kantor cabang Bank Mega di Jakarta, Rabu (11/11/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mega Tbk. (MEGA) membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp4 triliun sepanjang 2021 atau naik 33 persen secara tahunan (year on year/yoy). Hal ini membuat perusahaan milik Chairul Tanjung ini berada di posisi kelima bank dengan raihan laba bersih tertinggi di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, sepanjang tahun lalu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi bank dengan raihan laba bersih tertinggi yakni Rp32,22 triliun, tumbuh 75,53 persen yoy. Posisi ini ditempel ketat oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang memperoleh laba bersih sebesar Rp31,41 triliun.

Di peringkat ketiga, ada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang membukukan laba bersih sebesar 28,03 triliun sepanjang 2021, tumbuh 66,83 persen yoy. Selanjutnya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang meraup laba senilai Rp10,89 triliun pada 2021.

“Profit Bank Mega berada di posisi nomor lima terbesar di Indonesia, walaupun total aset Bank Mega berada di urutan nomor 14,” ujar Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib, dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Jumat (25/2/2022).

Kostaman menambahkan meski berada jauh di posisi ke-14, total aset emiten bank dengan sandi MEGA ini tercatat membukukan peningkatan sebesar 18,42 persen yoy menjadi Rp133 triliun.

Pertumbuhan aset ini ditopang oleh laju penyaluran kredit yang naik 25 persen yoy, dari Rp48 triliun pada 2020 menjadi Rp61 triliun tahun lalu. Penyaluran kredit didominasi oleh sektor korporasi yang berkontribusi hingga 66 persen dari total kredit perseroan.

“Pertumbuhan kredit 25 persen ini hampir lima kali lipat dibandingkan pertumbuhan total kredit perbankan yang tumbuh 5,2 persen,” tutur Kostaman.

Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Mega mencapai Rp99 triliun. Capaian ini tumbuh 25 persen yoy dari tahun 2020 yang mencatatkan Rp79 triliun.  

Sepanjang tahun ini perseroan membidik peningkatan dari sejumlah aspek. Dari sisi kredit, MEGA menargetkan penyaluran kredit tumbuh di kisaran 11 persen atau senilai Rp68 triliun. Adapun, Bank milik pengusaha nasional Chairul Tanjung ini memasang target pertumbuhan DPK sebesar 7 persen pada 2022, menjadi sebesar Rp106 triliun.

Dari sisi laba, perseroan membidik pertumbuhan laba bersih tahun berjalan dari Rp4 triliun menjadi Rp4,3 triliun pada 2022. Aset Bank Mega juga diproyeksikan tumbuh di kisaran 6 persen dari Rp133 triliun menjadi Rp141 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan laba bersih chairul tanjung bank mega
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top