Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akseleran Bidik Tumbuh Dobel di 2022, Pinjaman Supply Chain jadi Andalan

Akseleran membidik penyaluran pembiayaan hingga Rp4 triliun pada 2022, atau naik dua kali lipat dari penyaluran tahun sebelumnya sebesar Rp1,9 triliun. Pembiayaan tetap didominasi layanan terhadap UMKM yang membutuhkan skema supply chain financing.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 08 Maret 2022  |  19:10 WIB
Co Founder & Chief Executive Officer PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia Ivan Nikolas Tambunan. Bisnis - Nurul Hidayat
Co Founder & Chief Executive Officer PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia Ivan Nikolas Tambunan. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelenggara teknologi finansial pendanaan bersama (P2P lending) klaster produktif PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia mengandalkan kemitraan dengan ekosistem rantai pasok sebagai bekal mencapai target pertumbuhan dua kali lipat.

Sebagai informasi, penyaluran pinjaman Akseleran mencapai Rp1,9 triliun sepanjang 2021. Membuat akumulasi penyaluran sejak berdiri mencapai Rp4,03 triliun, dan membawa Akseleran masuk menjadi salah satu jajaran teratas P2P lending sektor produktif dengan penyaluran kumulatif terbesar.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan N Tambunan percaya bahwa kondisi perekonomian nasional terkini merupakan momen yang pas bagi pemain P2P lending sektor produktif untuk mulai agresif, karena banyak UMKM yang membutuhkan akses pinjaman dalam rangka ekspansi bisnis.

"Tahun ini jadi kesempatan bagus buat pemain P2P lending produktif yang memiliki kapasitas asesmen risiko yang baik. Sebab, banyak UMKM saat ini butuh pinjaman bukan untuk survive lagi, tapi mengambil peluang ekspansi. Akseleran sendiri menargetkan penyaluran hampir mencapai Rp4 triliun di tahun ini," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (8/3/2022).

Akseleran pun masih mempertahankan ciri khasnya menjadi platform dengan peminjam (borrower) di sektor engineering, energi, konstruksi, dan pertambangan, yang notabene sedang dalam tren kebanjiran proyek. Porsi segmen ini totalnya mencapai 90 persen dari jumlah lender keseluruhan, sisa 10 persen merupakan UMKM yang bergiat di jual-beli online.

Oleh karena itu, Akseleran mengusung strategi untuk meningkatkan penyaluran pinjaman sekaligus memperkuat asesmen risiko lewat menambah kemitraan dengan korporasi besar. Harapannya, para mitra ini bisa merekomendasikan UMKM dalam ekosistemnya untuk menjadi borrower Akseleran.

Ivan menjelaskan bahwa skema supply chain financing kepada vendor atau supplier dari referral mitra korporasi sampai saat ini pun masih menjadi andalan Akseleran, menyumbang lebih dari separuh total penyaluran pinjaman keseluruhan.

"Fokus Akseleran pada tahun ini terutama memperluas partnership, sehingga jumlah borrower baru bertambah dan otomatis meningkatkan penyaluran pinjaman. Untuk itu, kami juga terus mengembangkan teknologi, supaya layanan terhadap calon pelanggan dari partnership deal itu bisa cepat dan seamless," tambahnya.

Di sisi lain, strategi untuk menambah pendana (lender) institusi maupun perorangan, terutama dengan menjaga tingkat gagal bayar (TWP90) tetap rendah. Selain itu, Akseleran pun telah memiliki fitur cakupan proteksi asuransi kredit sebesar 99 persen dari pokok pinjaman tertunggak.

"Kalau untuk lender, Akseleran percaya mereka akan tertarik datang, karena kami terbukti bisa menjadi platform yang menjaga peace of mind para lender, namun tetap mampu memberikan imbal hasil kompetitif," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit produktif akseleran P2P lending
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top