Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bulan Ini AGRO dan BNII Gelar RUPSLB, Cek Agendanya!

Bank Raya memiliki 4 agenda dalam RUPSLB 29 September 2022, sedangkan Maybank memiliki satu agenda pada RUPSLB 28 September 2022.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 07 September 2022  |  13:20 WIB
Nasabah beraktivitas di dekat logo PT Bank Raya Indonesia Tbk., Jakarta, Selasa (15/2/2022).  - Bisnis/Himawan L Nugraha
Nasabah beraktivitas di dekat logo PT Bank Raya Indonesia Tbk., Jakarta, Selasa (15/2/2022). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) menjadwalkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada bulan ini. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/9/2022), Bank Raya akan melaksanakan RUPSLB pada 29 September 2022 di Menara BRILiaN Lantai 19, tepatnya di Jalan Gatot Subroto, Jakarta yang dimulai pada pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai.

Manajemen Bank Raya mengungkapkan setidaknya ada 4 agenda mata acara yang bakal dibahas dalam rapat, salah satunya adalah meminta persetujuan penerbitan saham baru melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan mekanisme penawaran umum terbatas X (PUT X). Agenda ini juga sekaligus mengubah Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 31 anggaran dasar perseroan.

Sebelumnya, anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) ini menyampaikan dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 23 Agustus 2022 bahwa Bank Raya berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Nilai itu setara dengan 15,39 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada 31 Juli 2022.

Sementara itu, pemegang saham lama akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) sebanyak-banyaknya sebesar 13,33 persen apabila tidak melaksanakan haknya.

Dana hasil pelaksanaan PMHMETD setelah dikurangi seluruh biaya emisi akan digunakan untuk penguatan permodalan terutama ekspansi bisnis perseroan melalui penyaluran kredit. Hal ini sejalan dengan pemenuhan kewajiban perseroan sesuai dengan POJK No. 12/2020,” terang Bank Raya, seperti dikutip pada Rabu (7/9/2022).

Jika menilik pada laporan publikasi per akhir Maret 2022, Bank Raya tercatat memiliki modal inti sebesar Rp2,16 triliun, turun 47,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp4,09 triliun.

Selain meminta restu melakukan penambahan modal, Bank Raya juga mengagendakan laporan pelaksanaan perubahan alamat kantor pusat perseroan dan persetujuan untuk perbaikan data di Kemenkumham dan penyesuaian dalam data NIB di OSS.

Lalu, agenda berikutnya adalah perubahan pasal 3 anggaran dasar perseroan dalam rangka penyesuaian KBLI-2020. Adapun, agenda terakhir RUPSLB Bank Raya adalah perubahan susunan pengurus.

1 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Raya maybank rupslb perbankan
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top