Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Proyeksi Pertumbuhan Kredit BNI (BBNI) di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga

BNI memproyeksikan pertumbuhan kredit dan pendanaan perbankan yang masih meyakinkan pada tahun ini di tengah tren kenaikan suku bunga acuan dari BI.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 19 Januari 2023  |  02:11 WIB
Proyeksi Pertumbuhan Kredit BNI (BBNI) di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga
BNI memproyeksikan pertumbuhan kredit dan pendanaan perbankan yang masih meyakinkan pada tahun ini di tengah tren kenaikan suku bunga acuan dari BI.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memproyeksikan pertumbuhan kredit dan pendanaan perbankan yang masih meyakinkan pada tahun ini di tengah tren kenaikan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI).

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan bahwa perseroan menyadari suku bunga acuan BI diproyeksi masih akan mengalami kenaikan. Akan tetapi, kenaikannya itu tidak seagresif pada 2022 seiring dengan membaiknya inflasi global.

BI sendiri telah menaikan suku bunga acuannya secara beruntun pada tahun lalu sejak Agustus 2022 hingga Desember 2022. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Desember 2022, suku bunga acuan naik 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen.

Selain itu, menurutnya perekonomian baik Indonesia ataupun global juga masih akan tumbuh positif.

"Hal tersebut tentunya akan berdampak terhadap industri perbankan. DPK [dana pihak ketiga] dan kredit perbankan diproyeksikan akan tumbuh masing-masing sebesar 7-9 persen dan 10-12 persen. Tren yang masih relatif sama dengan 2022," ujar Okki kepada Bisnis pada Selasa (17/1/2023).

Dalam menjaga kinerjanya tahun ini, perseroan sendiri menyiapkan sejumlah strategi. Perseroan misalnya berupaya meningkatkan layanan dan operasional perbankan.

"Sehingga kami ke depannya dapat terus menjaga daya saing khususnya dalam membantu pertumbuhan kinerja nasabah kami," ujarnya.

BNI juga mengandalkan raihan dana murah atau current account saving account (CASA) di tengah tren suku bunga acuan BI yang tinggi.

"Rasio CASA BNI mengalami improvement, terutama didorong oleh basis nasabah yang kuat," ujarnya.

Rasio CASA BNI per kuartal III/2022 telah mencapai 70,9 persen dari total DPK. Angka ini menjadi pencapaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam laporan keuangan kuartal III/2022, BNI juga mengumumkan meraih laba bersih sebesar Rp13,7 triliun, naik 76,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara, penyaluran kredit BNI mencapai Rp620,42 triliun atau naik 8,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja penghimpunan dana masyarakat juga cukup kuat dengan DPK mencapai Rp 691,84 triliun, naik 7,0 persen yoy. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni bbni kredit Suku Bunga
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top