Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investree Ungkap Sejumlah Upaya Bereskan Masalah Kredit Macet Tinggi

Manajemen Investree menjelaskan pihaknya terus melakukan langkah perbaikan untuk mengatasi tingkat kredit macet dan gagal bayar.
Logo Investree./Istimewa
Logo Investree./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA— Platform peer to peer (P2P) lending PT Investree Radhika Jaya atau Investree menjelaskan sejumlah upaya untuk mengatasi kredit macet tinggi dan risiko gagal bayar kepada lender.

Dikutip dari laman resminya, tingkat keberhasilan kredit atau TKB90 Investree mencapai 87,42%. Artinya tingkat kredit macet atau TWP90 Investree masih berada di atas 5% yakni 12,58%.

Manajemen Investree menjelaskan pihaknya terus melakukan langkah perbaikan untuk mengatasi tingkat kredit macet. Beberapa di antaranya yakni memperkuat dukungan terhadap pertumbuhan pelaku UMKM melalui inovasi, kolaborasi, dan pembangunan ekosistem.

“Saat ini kerja sama yang telah kami lakukan antara lain dengan e-procurement, payment gateway, tech logistic, agrotech, dan koperasi,” ujar manajemen Investree pada Sabtu (6/1/2024). Di situ, Investree akan memperluas jangkauan pembiayaan dengan memanfaatkan data dan digitalisasi.

Secara spesifik, Investree juga melakukan pengetatan kebijakan dalam hal pemilihan sektor dan berfokus menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang produktif dan positif seperti alat-alat kesehatan, IT atau layanan komputer, dan kreatif seperti agency atau rumah produksi.

Investree juga mengoptimalkan kolaborasi dengan ekosistem pengadaan elektronik yaitu Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan turut bekerja sama dengan beberapa rekanan atau ekosistem penghubung antara lain Mbiz, Pengadaan.com, sejumlah pemerintah daerah seperti Pemda Provinsi Jawa Barat, serta KADIN Indonesia dan HIPMI di beberapa wilayah agar lebih mudah menjangkau para pelaku UMKM yang terlibat dalam proyek pengadaan pemerintah.

Selain itu, Investree juga berkolaborasi dengan ekosistem yang memelihara pelaku usaha mikro seperti eFishery (pembudidaya ikan dan udang) dan Gayatri Microfinance (ibu-ibu pemilik warung makan sederhana, toko kelontong, dan binatu rumahan).

Terkait dengan tingkat macet yang tinggi, Investree menjelaskan hal tersebut disebabkan masih terdapat existing borrower yang bisnisnya masih terdampak pandemi Covid-19.

“Melihat kondisi secara lebih luas, perekonomian nasional dan dunia yang terdampak Covid-19 turut menjadi penyebab pinjaman terlambat di Investree,” ungkap Investee.

Manajemen mengungkap bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap rantai pasok secara global yang mempengaruhi kemampuan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memenuhi permintaan konsumen, dan berakibat pada penurunan pemasukan UMKM.

“Sehingga berdampak pada kemampuan mereka untuk membayar pinjaman secara tepat waktu. Beberapa profil industri yang belum berhasil pulih kembali antara lain pelaku UMKM dari industri garmen dan tekstil, minyak dan gas, serta konstruksi,” kata manajemen.

Selain itu, manajemen menyebut bahwa tingkat TKB90 yang tertera di website tidak bisa dijadikan acuan/patokan sepenuhnya. Pasalnya angkanya terus bergerak secara real-time.

“Cara melihat tingkat keberhasilan pinjam meminjam tidak bisa mengacu pada bulan berjalan, harus melihat posisi akhir atau penutupan akhir bulan karena masih akan ada pencairan pinjaman, pembayaran pinjaman, dan lain sebagainya,” ungkap manajemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper