Luncurkan Asuransi Warisan, Great Eastern Life Raup Premi Rp9,5 Miliar

PT Great Eastern Life Indonesia mencatatkan perolehan premi hingga Rp9,5 miliar melalui Great Treasure Assurance, produk asuransi untuk perencanaan keuangan dan persiapan rencana warisan yang telah dipasarkan sejak satu bulan lalu.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 10 September 2019  |  16:59 WIB
Luncurkan Asuransi Warisan, Great Eastern Life Raup Premi Rp9,5 Miliar
Direktur Bancassurance PT Great Eastern Life Indonesia Nina Ong (kiri) memberikan paparan dalam acara peluncuran produk Great Treasure Assurance yang berlangsung di Jakarta, Selasa (10/9/2019). Dalam acara tersebut turut hadir Wealth Management Product Head PT Bank OCBC NISP Tbk. Vonny Wibowo (kanan) dan Bambang Reguna Bukit atau yang lebih dikenal dengan Bams (tengah). Bisnis - Wibi Pangestu Pratama

Bisnis.com, JAKARTA — PT Great Eastern Life Indonesia mencatatkan perolehan premi hingga Rp9,5 miliar melalui Great Treasure Assurance, produk asuransi untuk perencanaan keuangan dan persiapan rencana warisan yang telah dipasarkan sejak satu bulan lalu.

Direktur Bancassurance Great Eastern Nina Ong menjelaskan, sejak pertama kali dipasarkan, pihaknya telah menjual 149 polis produk tersebut. Great Treasure Assurance kemudian diluncurkan secara resmi pada Selasa (10/9/2019) di Jakarta.

Menurut Nina, produk dengan besaran premi minimum Rp25 juta tersebut akan digenjot pemasarannya melalui bancassurance sebagai kanal penjualan utama Great Eastern. Meskipun mengoptimalkan satu kanal, dia optimistis produk tersebut dapat mendorong capaian premi perseroan.

"Sejak 2015 kami fokus hanya [menjual polis] melalui kanal bancassurance. Baru sekitar 6,6% masyarakat Indonesia yang memiliki asuransi jiwa, sehingga nasabah perbankan tersebut menjadi potensi yang besar untuk digarap," ujar Nina saat peluncuran produk Great Treasure Assurance di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Dia pun menjelaskan, produk asuransi tradisional tersebut akan menyasar segmen generasi langgas (milenial) untuk membantu mereka membuat perencanaan keuangan, termasuk perencanaan warisan sejak dini.

Selain itu, terkait dengan segmen pasar tersebut, perseroan pun memiliki rencana untuk merambah kanal pemasaran digital. Nina menjelaskan bahwa ke depannya pihaknya akan memasarkan produk-produk asuransi yang sederhana secara digital.

"Untuk detilnya belum bisa kami sampaikan, yang jelas ke depannya akan mengembangkan digital," ujar dia.

Nina pun menjelaskan, berbagai inovasi produk yang dibuat perseroan diharapkan dapat mendorong peningkatan penetrasi asuransi di Indonesia. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pada 2018 penetrasi tersebut tercatat sebesar 1,3%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
great eastern life indonesia

Editor : Emanuel B. Caesario

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top