Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal III/2021, Citi Indonesia Kantongi Laba Bersih Rp869 Miliar

Pencapaian laba tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 25 November 2021  |  14:49 WIB
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi (tengah) menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela paparan kinerja perseroan, di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi (tengah) menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela paparan kinerja perseroan, di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Citibank N.A., Indonesia atau Citi Indonesia membukukan laba besar senilai Rp869 miliar pada kuartal III/2021. Laba bersih yang dicapai perseroan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  

Kendati demikian, Citi Indonesia mencatat laba bersih mandiri selama kuartal III/2021 mencapai Rp408 miliar, atau naik Rp543 miliar dibandingkan dengan pencatatan di kuartal kedua. Hal tersebut tercapai berkat pencadangan kredit yang lebih rendah.

Laba bersih ditopang oleh biaya credit impairment yang tetap stabil dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan cadangan credit impairment di lini Institutional Banking yang berasal dari satu klien korporasi dan berhasil di offset oleh penurunan cadangan credit impairment di Consumer Banking. 

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengungkapkan, pihaknya berkomitmen dan optimistis untuk terus meningkatkan kondisi bisnis Citi Indonesia. Hal ini tercermin dari berbagai kemajuan yang berhasil dilakukan Citi Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

“Kami telah berhasil melakukan berbagai terobosan dan inovasi di sisi institusional maupun consumer banking. Ke depannya, kami juga akan terus bertransformasi secara digital dan memutakhirkan berbagai layanan perbankan digital kami,” kata Batara dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Hingga September 2021, Citi Indonesia juga berhasil meningkatkan transaksi investasi digital menjadi 59 persen atau melonjak 70 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Batara menjelaskan, peningkatan tersebut merupakan salah satu peran penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis wealth management di tengah pandemi Covid-19.

Lalu, Citi Indonesia memiliki likuiditas yang sangat baik dengan Lending to Deposit Ratio (LDR) sebesar 62,5 persen dan modal yang kokoh dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 26,7 persen.

Selain itu, Citi Indonesia juga mencatatkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) secara gross sebesar 3,3 persen, atau meningkat 2,8 persen dari tahun lalu. Adapun, perseroan menjaga rasio NPL secara net tetap rendah, yaitu sebesar 0,9 persen.

“Kami yakin bahwa kualitas portfolio kreditnya tetap dalam kondisi baik karena penerapan asas kehati-hatian dalam manajemen risiko untuk mengatasi dampak dari pandemi,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

citi indonesia kinerja bank laba bank
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top