Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mandiri Utama Finance Bidik Laba Tumbuh 70 Persen di 2022. Ini Strateginya

Pada tahun ini, Mandiri Utama Finance membidik pembiayaan baru senilai Rp12,3 triliun, naik 6 persen secara tahunan. Perseroan akan menjaga kualitas piutang pembiayaan lebih baik, diharapkan meningkatkan efisiensi sehingga laba bisa tumbuh 70 persen.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  15:55 WIB
Kanan ke kiri: Direktur Keuangan & Relasi Bisnis MUF Rully Setiawan, Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja, dan Direktur Operasi MUF Rita Mustika - Bisnis.com/Aziz R
Kanan ke kiri: Direktur Keuangan & Relasi Bisnis MUF Rully Setiawan, Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja, dan Direktur Operasi MUF Rita Mustika - Bisnis.com/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT Mandiri Utama Finance (MUF) membidik peningkatan laba signifikan pada periode 2022, seiring pulihnya kondisi pasar jual-beli mobil baru maupun bekas. 

Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja mengungkap bahwa pihaknya akan melanjutkan keberhasilan realisasi peningkatan laba bersih menjadi Rp102,36 miliar pada 2021, atau tumbuh hampir 2 kali lipat dibanding kondisi normal periode 2019 senilai Rp51,78 miliar. 

"Capaian ini membuat MUF mendapat apresiasi dari Grup Mandiri sebagai anak usaha dengan best recovery. Kami akan melanjutkan capaian ini pada periode 2022," ujarnya dalam diskusi terbatas bersama media, Kamis (24/2/2022). 

Sebagai pengingat, MUF pada tutup buku 2020 mencatatkan rugi bersih sekitar Rp12 miliar karena terdampak pandemi Covid-19. Ketika itu, Return on Equity (ROE) MUF sampai tercatat minus 1,5 persen. Terkini, ROE MUF telah pulih ke 18,3 persen. 

Direktur Operasi MUF Rita Mustika menjelaskan bahwa capaian laba tahun lalu merupakan buah pertumbuhan pembiayaan baru (booking) yang mencapai 97 persen (year-on-year/yoy) di tahun lalu, tepatnya dari Rp5,8 triliun pada 2020 menjadi Rp11,6 triliun. 

Tahun ini, MUF mencoba membidik pembiayaan baru senilai Rp12,3 triliun, dengan porsi 55 persen untuk kendaraan baru dan 45 persen untuk kendaraan bekas. 

"Walaupun pembiayaan baru hanya tumbuh sedikit, tapi kualitas pembiayaan akan terus kami tingkatkan lewat kehati-hatian, sehingga bisa lebih efisien dari sisi beban. Sehingga harapannya laba bersih minimal bisa tumbuh 70 persen [yoy] ketimbang tahun lalu," jelasnya. 

Sementara itu, Direktur Keuangan & Relasi Bisnis MUF Rully Setiawan mengungkap bahwa dengan kondisi pasar otomotif yang tengah bergeliat, potensi laba bahkan bisa meningkat sampai dua kali lipat. 

Pasalnya, produk pembiayaan MUF berada di semua lini, mulai dari mobil dan motor baru maupun bekas, multiguna, fleet, dan syariah, yang semuanya tengah tumbuh secara berdampingan. 

Selain itu, inisiatif kami di mobil dan motor premium lewat produk MUF Premium, pembiayaan khusus anak muda bertajuk MUF millenials dengan tenor sampai 7 tahun, dan platform digital MUF Online Auto Show akan turut menjadi andalan mendongkrak kinerja pada tahun ini. 

"Hal ini juga turut didukung dengan kanal distribusi kami, yaitu nasabah referral Bank Mandiri, juga nasabah dari BSI [Bank Syariah Indonesia] karena kami merupakan mitra multifinance eksklusif buat produk pembiayaan BSI OTO. Bersamaan dengan hal ini, MUF juga akan mulai mem-branding diri mampu mengakomodasi pembiayaan kendaraan hobi, antik, dan dekat dengan lifestyle," ungkapnya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance laba bersih Mandiri Utama Finance
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top