Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strategi Investree Perkuat Sinergi di Luar Negeri

Grup Investree masih akan mengandalkan lini bisnis andalannya, yaitu pembiayaan rantai pasok untuk menjalankan bisnis di tiga negara.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 Agustus 2022  |  00:44 WIB
Strategi Investree Perkuat Sinergi di Luar Negeri
Financial Technology (Fintech) - channelasia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Platform teknologi finansial pendanaan bersama (P2P lending) PT Investree Radhika Jaya (Investree) berupaya memperkuat sinergi dengan dua cabangnya di Asia Tenggara (Asean), yaitu Investree Thailand dan Investree Philippines.

Co-Founder CEO Investree Indonesia sekaligus CEO Investree Regional, Adrian Gunadi menjelaskan bahwa sinergi merupakan keniscayaan dalam rangka memberdayakan lebih banyak pelaku UMKM, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di Asean.

"Untuk menumbuhkan pelaku UMKM, Investree Regional memiliki strategi yang sama untuk diimplementasikan di Indonesia, Thailand, dan Filipina. Kami konsisten berfokus pada strategi kunci membangun ekosistem closed-loop strategis dengan mengedepankan model pembiayaan berbasis rantai pasok alias supply chain," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/8/2022).

Menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan ekonomi kawasan, Adrian mengungkap bahwa Investree Regional turut mendukung gagasan yang terdapat di 'Asean Framework on Equal Economic Development' dan mendorong sinergi yang didasarkan pada model bisnis Investree, yaitu pembiayaan rantai pasok.

Melalui penyaluran akses pembiayaan mudah dan cepat bagi UMKM, Investree Regional berkomitmen untuk ikut serta mengurangi kesenjangan pembangunan, memperkuat sumber daya manusia, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan partisipasi yang lebih luas dalam proses integrasi Asean secara keseluruhan.

"Oleh karena itu, kami akan meningkatkan kemitraan dengan perusahaan e-commerce, payment gateway dan lain sebagainya, agar bisa masuk ke dalam ekosistem mereka dan membiayai masing-masing merchant-nya serta memanfaatkan data yang mereka miliki untuk proses penilaian kredit yang lebih aman," tambahnya.

Menurut Grup Investree, pelaku UMKM merupakan tulang punggung perekonomian di setiap negara di dunia, karena itu kita harus mendukung mereka semaksimal mungkin. Itulah mengapa Investree Regional konsisten menerapkan model pembiayaan yang menyentuh seluruh tahap dari hulu hingga hilir.

"Tak hanya oleh Investree Indonesia dengan para pemangku kepentingan di sini, tapi juga dengan Investree Thailand dan Investree Philippines, dan diimplementasikan juga oleh kedua entitas di dua negara tersebut," jelas pria yang juga Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) ini.

Dalam mempertahankan Investree sebagai top-of-mind fintech lending di Asean, Investree Indonesia pun bersinergi dengan Investree Thailand dan Investree Philippines dalam kaitannya dengan aspek produk dan inovasi, teknologi, dan pemasaran untuk lebih memudahkan para pelaku UMKM memperoleh fasilitas pinjaman dan mengembangkan bisnisnya di negara-negara tersebut.

Harapannya, sinergi yang dilakukan oleh Investree Regional dapat memantapkan proses bisnis di masing-masing negara, semakin banyak pelaku UMKM yang terbantukan, dan kemandirian ekonomi dapat tercapai.

Misalnya, Investree Thailand melihat pertumbuhan berkelanjutan pada tekfin P2P lending dan berharap mencapai target THB1 miliar pada akhir tahun.

Untuk mendukung dan melanjutkan pertumbuhan tersebut, Investree Thailand sedang dalam proses penggalangan dana Seri A untuk memperkuat platformnya sebagai sumber pembiayaan alternatif bagi pelaku UMKM di Thailand serta menjadi pilihan pendanaan bagi investor pada periode pemulihan ekonomi saat ini.

Co-Founder CEO Investree Thailand Natsuda Bhukkanasut mengungkap jumlah UMKM yang telah dibantu pihaknya telah tumbuh 28 kali lipat antara Juni 2022 dan Juni 2021.

"Kami telah mengumpulkan sekitar THB500 juta untuk pelaku UMKM sejak kami menerima lisensi dari Securities and Exchange Commission (SEC) Thailand. Kami saat ini berada di jalur yang tepat untuk mencapai target kami pada 2022 dan bersinergi penuh dengan Investree Indonesia untuk penguatan produk dan inovasi," ungkapnya.

Sementara itu, Country Manager Investree Philippines Alexander Capulong menjelaskan bahwa pihaknya telah meluncurkan kampanye '2gether Towards the Future' untuk mengangkat sektor UMKM nasional Filipina.

Sejak diluncurkan pada 2020, platform fintech lending persembahan Investree Group dan F(DEV) Digital Innovations and Ventures, Inc. ini telah melayani lebih dari 100 pelaku UMKM Filipina dan membiayai lebih dari 400 pinjaman hingga Juni 2022.

"Investree Philippines telah memberikan solusi pembiayaan inovatif, transparan, dan layak bagi bisnis lokal melalui peluang kolaboratif dengan investor," ujar Alexander.

Kolaborasi baru dilakukan oleh Investree Philippines di antaranya dengan sekolah manajemen dan institusi riset terkemuka Asian Institute of Management (AIM) dan Department of Trade and Industry (DTI) untuk memperluas edukasi tentang manfaat fintech lending bagi kemajuan bisnis UMKM lokal.

Adapun, Investree Indonesia mencatatkan pertumbuhan bisnis signifikan pada akhir Juni 2022. Kepada 14 ribu pelaku UMKM yang tergabung di Investree, pionir fintech lending ini berhasil membukukan total fasilitas pinjaman Rp17,6 triliun dan nilai pinjaman tersalurkan Rp11,3 triliun.

Selain itu, pada pertengahan 2022 tercatat sudah ada total 55 ribu pemberi pinjaman (lender) unik, baik individu maupun Institusi, secara kumulatif sejak awal Investree berdiri.

Untuk angka pinjaman tersalurkan Rp11,3 triliun, Investree berkontribusi 4 persen terhadap total pencairan nasional dan dengan pinjaman outstanding Rp1,4 triliun, berkontribusi 3 persen dari total outstanding nasional.

Dengan fokus bisnis pembiayaan rantai pasok dan deretan produk unggulan seperti Invoice Financing, Working Capital Term Loan, dan Buyer Financing, Investree mampu memelihara tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman 90 hari (TKB90) di atas rata-rata nasional, yaitu 97,61 persen per Mei.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Investree fintech Fintech indonesia fintech forum
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top