Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada PSBB Jawa-Bali. Bagaimana Dampaknya pada Peminjam KoinWorks?

Pengalaman KoinWorks ikut memantau para borrower pada saat PSBB, mencerminkan optimisme tersebut. Data performa penjualan UKM segmen e-commerce KoinWorks di periode setelah PSBB II pun masih tercatat tumbuh hingga 18,54 persen.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  12:42 WIB
Karyawan menunjukan aplikasi KoinWorks saat meluncurkan KoinP2P di Jakarta, Kamis (20/2 - 2020).
Karyawan menunjukan aplikasi KoinWorks saat meluncurkan KoinP2P di Jakarta, Kamis (20/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali dirasa tak lagi punya pengaruh besar buat usaha mikro dan kecil selaku peminjam dana atau borrower teknologi finansial peer-to-peer (fintech P2P) lending.

Hal ini diungkap Bernard Arifin, Chief Operating Officer PT Lunaria Annua Teknologi atau KoinWorks menanggapi dampak penerapan PPKM pada 11-25 Januari 2021 terhadap borrower platform KoinWorks.

Bernard percaya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19 sangat dibutuhkan, melihat angka kasus yang masih bergerak naik.

"Namun, jika melihat dampaknya kepada kondisi UKM khususnya yang masuk dalam portofolio kami, dibandingkan dengan masa penerapan PSBB I dan II di tahun 2020 lalu, KoinWorks optimis dampak yang mungkin hadir Akan cenderung lebih rendah dan tidak terlalu signifikan," ungkapnya, Jumat (15/1/2021).

Selain itu, pengalaman KoinWorks ikut memantau para borrower pada saat PSBB, mencerminkan optimisme tersebut. Data performa penjualan UKM segmen e-commerce KoinWorks di periode setelah PSBB II pun masih tercatat tumbuh hingga 18,54 persen.

"KoinWorks melihat semakin banyak konsumen maupun UKM yang telah beradaptasi untuk menemukan ritmenya. Untuk UKM, salah satunya dengan melakukan berbagai inovasi seperti penambahan produk yang dekat dengan kebutuhan masyarakat di masa pandemi, dan digitalisasi untuk pemasaran & perasional bisnis. Sehingga kenaikan atau penurunan sales dan daya beli mereka pun tidak akan muncul terlalu signifikan," tambahnya.

Wilayah Jawa & Bali sendiri memang merupakan wilayah di mana konsentrasi pengguna KoinWorks lebih banyak berasal, namun KoinWorks telah aktif melakukan berbagai langkah mitigasi risiko sejak awal pandemi ini berkembang di Indonesia.

"Seperti memfokuskan penyaluran ke segmen-segmen UKM tertentu dan fokus penyaluran yang berbasis invoice financing melalui KoinInvoice. KoinWorks juga secara responsif melakukan pembaruan di sistem credit scoring sesuai dengan kondisi bisnis & ekonomi yang berjalan," jelasnya.

Bernard menambahkan melalui penyesuaian tersebut, saat ini KoinWorks dapat memastikan sistem credit scoring KoinWorks sudah berkembang menjadi lebih kuat dibandingkan dengan periode sebelum pandemi berjalan, sehingga kualitas pinjaman yang dihasilkan pun terjaga dengan baik.

Sejak November 2020 pun angka nonperforming loan atau tingkat wanprestasi pengembalian pinjaman 90 hari (TWP90) KoinWorks sudah bergerak turun hingga di bawah 1 persen, menuju 0,77 persen pada Desember 2020.

Kini, pada 2021, KoinWorks juga masih optimis untuk dapat menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan hingga 3 kali lipat.

"Selain memastikan berjalannya langkah-langkah mitigasi risiko, KoinWorks juga melakukan berbagai pendampingan baik ke peminjam maupun pendana salah satunya seperti melalui berbagai program webinar yang menghadirkan pembicara-pembicara kompeten & berpengalaman di bidang bisnis dan investasi," tambahnya.

Khusus untuk pendana, KoinWorks juga memiliki tim financial consultant yang secara aktif memberikan pendampingan kepada pendana baik secara langsung maupun melalui konten-konten digital di social media, blog ataupun webinar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm fintech Koinworks
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top